Wali Kota Semarang Ceritakan Pengalamannya Bangun Usaha

236
KERJA SAMA: Pemerintah Kota Semarang dengan Gojek bekerja sama dalam meningkatkan ekonomi perempuan di Kota Semarang. (IST)
KERJA SAMA: Pemerintah Kota Semarang dengan Gojek bekerja sama dalam meningkatkan ekonomi perempuan di Kota Semarang. (IST)

RADAR SEMARANG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendorong para perempuan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menggerakkan roda perekonomian di Kota Semarang.

Hal tersebut diungkapkan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, di hadapan 500 perempuan pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menjadi peserta seminar Inkubasi Bisnis Bagi Perempuan. Bertema Start Small, Grow To Big, How To Success di ruang Loka Krida balai kota Kamis (14/11) lalu. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Hendi pun memotivasi peserta. Bahwa di Indonesia, sebanyak 95 persen pelaku usaha memulai usahanya dari bawah. Sedangkan 5 persen sisanya menjalankan bisnis yang sudah ada. “Saya memulai usaha juga dari UMKM. Membangun usaha kecil. Merangkak. Kemudian membangun kepercayaan pelanggan. Dipercaya banyak orang. Dan akhirnya memiliki modal untuk menjalankan usaha besar,” ujar Hendi menceritakan pengalamannya.

Hendi sendiri terjun dalam dunia usaha pada 1999. Dirinya menghadapi berbagai kendala. Seperti minimnya modal, terjadinya krisis moneter, serta sulitnya peluang usaha. Namun Hendi yakin, pasti bisa menemukan jalan dengan syarat tidak gampang putus asa.

Hendi berprinsip, seorang pengusaha tidak boleh pantang menyerah. Dengan modalnya yang hanya sebesar Rp 5 juta, ia hanya bisa menjual lem, paku, ampelas, dan single face. Dari itu, hasilnya bisa membawanya ke arah usaha yang lebih besar.

“Percayalah, tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Kalaupun gagal wajar, kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Saya bahkan pernah jatuh karena kena tipu ratusan juta,” ceritanya.

Semua hal besar berawal dari yang kecil. Menurutnya, banyak jalan untuk menjadi pengusaha besar selama menjalankan pola marketing yang baik. Mengerti momentum, serta kreatif dan inovatif. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, pemasaran tidak harus terjadi dengan tatap muka.

Semua aktivitas marketing bisa dimudahkan dengan adanya kemajuan teknologi informasi. Jika dulu ketika akan memulai usaha harus memiliki showroom yang strategis, produk yang kompetitif, petugas marketing yang baik, serta harga yang terjangkau, sekarang cukup memiliki harga yang baik, produk yang enak, kemudian lakukan promosi melalui social media.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Semarang dengan Gojek dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan di Kota Semarang. Melalui penandatanganan kerja sama tersebut, 500 kader perempuan penggerak PKK Kota Semarang otomatis menjadi mitra Gojek. Harapannya ke depan akan semakin memudahkan akses usaha yang lebih luas bagi kaum perempuan. (ewb/zal)