Unnes Targetkan 20 Profesor Baru, 3 Sudah Dikukuhkan, Siapa Saja?

332
PENGUKUHAN : Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman ketika mengukuhkan tiga guru besar baru di auditorium Unnes kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGUKUHAN : Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman ketika mengukuhkan tiga guru besar baru di auditorium Unnes kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADAR SEMARANG.ID, SEMARANG Universitas Negeri Semarang (Unnes) terus menggenjot penambahan guru besar atau profesor. Targetnya sampai 2020 mendatang kampus yang ada di wilayah Gunungpati ini, bisa menambha 20 profesor baru.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhaman mengatakan, saat ini jumlah profesor aktif di sekitar 62 orang. Total jumlah profesor yang telah dikukuhkan tercatat sebanyak 112 profesor.

“Jumlah profesor aktif saat ini masih sedikit. Ada yang pensiun. Ada pula yang meninggal. Kita terus menambah, sampai akhir tahun ini ada tambahan enam profesor,” katanya di sela pengukuhuhan guru besar baru di Auditorium Unnes kemarin.

Unnes memiliki 1.200 dosen. Menurut Fathur, idealnya perguruan tinggi minimal memiliki 10 persen profesor dari jumlah dosen. Unnes sendiri terus mendorong dosen yang sudah bergelar doktor agar bisa melanjutkan studi dan melakukan penelitian serta membuat jurnal ilmiah.

“Artinya penambahan harus dilakukan agar menjadi bagian dari atmosfir akademik. Dari Unnes terus mengawal, memfasilitasi dan melakukan pendampingan. Agar jumlah profesor di kampus ini bisa terus bertambah,” tegasnya.

Adapun tiga profesor atau guru besar yang baru saja dikukuhkan adalah, Prof Murbangun Nuswowati dari Fmipa Unnes. Prof Eva Banowati dari Fakultas Ilmu Sosial Unnes. Dan Prof Dyah Rini Indriyanti dari Fmipa Unnes.  “Titel guru besar ini juga harus dipertanggungjawabkan. Artinya harus bisa membuktikan keunggulannya dengan berkarya. Mengaplikasikan Tri Dharma perguruan tinggi dan bisa bermangaat bagi orang banyak,” harapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Humas Unnes, Muhammad Burhanuddin menambahkan, Unnes memang sedang melakukan akselerasi penambahna guru besar. Demi meningkatkan reputasi akademik sebuah perguruan tinggi. “Saat ini pemerintah sedang menggenjot peningkatan SDM. Salah satunya adalah dengan mencetak profesor untuk mendidik mahasiswa. Sehingga lulusan universitas bisa memiliki skill yang unggul,” katanya. (den/zal)