Belajar Langsung dengan Veteran, Siswa Al Azhar Beri Bingkisan

460
KUNJUNGI MUSEUM : Seorang veteran menerangkan diorama perjuangan Pangeran Diponegoro pada anak-anak di Museum Mandala Bhakti. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGI MUSEUM : Seorang veteran menerangkan diorama perjuangan Pangeran Diponegoro pada anak-anak di Museum Mandala Bhakti. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADAR SEMARANG.ID, SEMARANG—Pendidikan karakter harus diajarkan sejak usia dini. Salah satunya seperti yang dilakukan siswa SD Al Azhar 29 BSB Kota Semarang dengan memberikan bingkisan kepada 50 veteran di Museum Mandala Bhakti, Jumat (15/11).

Ketua Markas Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Jawa Tengah Kolonel TNI (Purn) M Amin Munajat mengatakan kegiatan ini memberikan nilai atau pemahaman kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tentang makna kepahlawanan. Dengan mengunjungi museum, anak-anak bisa mengenal kisah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mepertahankan kemerdekaan.

Di dalam museum, siswa bisa menyaksikan diorama sejarah tentang kelahiran pahlawan Pangeran Diponegoro hingga ditawan dan diasingkan oleh penjajah. “Dengan melihat secara langsung pahlawan yang masih hidup dan melihat sejarah pahlawan Pangeran Diponegoro mulai dari kelahirannya sampai dengan berakhirnya ditawan dan dibuang sehingga memberikan bibit nilai kecintaan kepada tanah air tentang kepahlawannya,” imbuh Amin.

Ketua Pembina Yayasan Al Azhar 29 BSB Gatyt Sari Khotijah mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk melakukan silaturahmi dengan veteran pahlawan yang tentunya dapat menumbuhkan rasa cinta kasih dan perjuangan dari pahlawan. Dalam kegiatan tersebut para veteran juga menceritakan bagaimana susahnya pahlawan yang mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan. (hid/ton)