Sri Adiati, Pensiunan Guru Kini Kelola Tempat Penitiapan Anak

599
KASIH SAYANG: Sri Adiati bersama anak-anak yang sedang bermain.
KASIH SAYANG: Sri Adiati bersama anak-anak yang sedang bermain.

RADARSEMARANG.ID,  Berusia lanjut tidak mematahkan semangat Sri Adiati untuk tetap berkarya. Pensiunan guru Bahasa Inggris ini masih produktif di usia tuanya. Sejak 2013, ia mendirikan Rumah Penitipan Anak Brilliant Jati Daycare. Seperti apa?

SRI Adiati biasa disapa Mam Atiek. Ia mendirikan Rumah Penitipan Anak Brilliant Jati Daycare sejak 2013. Rumah penitipan itu menampung anak-anak berusia 3 bulan hingga usia masuk sekolah dasar. Saat ini ada 23 anak yang dititipkan.

Ia bercerita awal memulai usaha ini. Atiek mengaku, muncul ide mendirikan tempat penitipan anak terinspirasi dari anaknya yang tinggal di Jakarta. “Kebetulan anak saya yang di Jakarta kesulitan mencari babysitter. Ditambah mencari babysitter itu ongkosnya mahal. Tiba-tiba muncul saja ide untuk membuat di Semarang. Saya melihat peluang, melakukan survei dan kebetulan saat itu saya sudah pensiun,’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kediamannya di Perumahan Gombel Permai Timur IV No 379, Kelurahan Ngesrep, Banyumanik.

Berbekal ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Briliant Jati Daycare resmi berdiri. Masa pensiun yang seharusnya dimanfaatkan untuk leyeh-leyeh, tidak berlaku baginya. Ia lebih memilih mendirikan rumah penitipan anak karena kecintaannya pada anak kecil.

“Rumah jadi ramai, banyak anak kecil, karena saya hanya tinggal bersama suami. Saya ingin semakin tua, semakin kuat dan semakin berkualitas. Walaupun sudah dijamin oleh negara, saya tetap ingin bermanfaat untuk banyak orang,” papar nenek berusia 64 tahun tersebut.

Rumah dengan cat warna-warni menambah keceriaan suasana siang hari. Tanaman rambat yang berada di pagar juga menambah kesejukan di kala terik. Para pengasuh dengan sabar menjaga anak-anak. Berbagai ungkapan perhatian dilakukan dengan lembut dan hati-hati. Mainan seperti kuda-kudaan, rumah-rumahan, balon yang menggantung menjadikan ruangan layaknya playground.

“Pengasuh di sini ada 8 orang, rata-rata lulusan SMA dan ada juga mahasiswa. Bukan hanya pengasuh, saya sebut mereka sebagai orangtua kedua. Mereka dibekali keterampilan dan pengetahuan tentang anak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin, (11/11).

Istri dari Bambang Soekotjo ini mengusung konsep home daycare atau penitipan yang seperti rumah sendiri. Suasana dibuat nyaman dan tidak membosankan seperti tempat penitipan anak. Materi pendidikan awal anak disampaikan dengan penuh kasih sayang. Seperti cara makan yang benar, duduk yang benar, doa-doa pendek, diajarkan secara berurutan. Anak-anak juga diajarkan cara mengambil kursi, menaruh kembali piring setelah makan, merapikan mainannya serta masih banyak lagi.

Pengasuh biasanya membuat susu, mengganti pampers dan ada juga yang bertanggungjawab membersihkan rumah.

Para orangtua yang menitipkan anaknya berasal dari berbagai kalangan. Profesi PNS, swasta, pengusaha memberikan kepercayaan penuh kepadanya. Ada yang dari Mijen, Ungaran, Tembalang dan Gombel.

Mereka terbiasa menitipkan anak dari pukul 06.30 hingga pukul 17.30. Hari-hari biasa dari Senin sampai Jumat. Biaya penitipan juga terjangkau sepadan dengan pelayanan yang diberikan.

Di sela-sela kesibukannya, Sri Adiati masih menyempatkan waktu untuk yoga. Ibu dua anak tersebut biasa mengajak tetangga untuk yoga dan line dance bersama di rumahnya. Dia ingin tetap sehat, kuat meskipun usianya tidak muda lagi.

“Bahwa saya harus melakukan yang terbaik. Tidak ada kegiatan, justru bikin hidup hampa. Senang seperti ini, menikmati setiap pekerjaan. Semua pekerjaan harus dinikmati, karena kesenangan dari hati mahal harganya,”ucap bijak Atiek tersebut (alvi/aro).