Hendi Cat Ulang Kampung Pelangi

153
DIPERCANTIK LAGI: Kampung Pelangi yang mulai memudar kemarin dicat ulang ramai-ramai dipimpin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (IST)
DIPERCANTIK LAGI: Kampung Pelangi yang mulai memudar kemarin dicat ulang ramai-ramai dipimpin Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (IST)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kondisi Kampung Pelangi mulai memudar. Warna-warni catnya sudah luntur. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pun turun tangan. Bersama jajaran TNI, Polri, pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah), LSM, perbankan, Karang Taruna, Pramuka dan warga, wali kota ramai-ramai melakukan pengecatan ulang kampung yang dikenal dengan nama Gunung Brintik itu, Minggu (10/11) pagi.

Pengecatan ulang yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ini sekaligus sebagai upaya Hendi –sapaan akrab wali kota– untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kampung Pelangi. Dikatakan, pada 2017, kecantikan Kampung Pelangi sempat viral dan menjadi perbincangan hingga ke dunia internasional. Tercatat media lokal, nasional bahkan asing seperti CNN, Time, BBC, Vogue, Mirror Uk dan berbagai media asing lainnya terus memberitakan keberadaan Kampung Pelangi. Dalam peremajaan Kampung Pelangi tersebut, sebanyak 400 pail cat sebagai bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Mowilex, Bank Jateng, Graha Wahid dan BSB telah dipersiapkan untuk mempercantik kawasan Kampung Pelangi.

“Harapannya, pengecatan ulang ini dapat menghidupkan kembali pariwisata Kampung Pelangi untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hendi.

Ia juga mengingatkan seluruh warga untuk merawat lingkungan yang sudah dipercantik ini. Sehingga bisa terus eksis dan menggerakkan roda ekonomi warganya. Eksis tidaknya pariwisata di kawasan Kampung Pelangi ini, kata Hendi, tergantung dari bagaimana warga menyambut tamu dan turis dengan senyum, salam dan sapa.

“Jika sambutannya ramah dan warga terus aktif menggerakkan kegiatan dan atraksi wisata yang mengangkat nilai tradisional, Insya’Allah Kampung Pelangi ini akan menjadi wisata ikonik. Banyak menarik turis untuk datang,” imbuhnya.

Pengecatan ulang kawasan Kampung Pelangi ini menjadi satu rangkaian Festival Kampung Pelangi yang dihelat bersamaan dengan lomba mural, lomba mewarnai, turnamen mancing, lomba masak kreasi lumpia serta bazar UMKM se-Kota Semarang. Festival diselenggarakan sejak 2 hingga 10 November 2019.

Dengan peremajaan ini, kawasan Kampung Pelangi akan dihiasi berbagai mural yang berbeda-beda di masing-masing gangnya. Tak hanya itu, pengunjung juga akan semakin dimanjakan dengan tambahan spot swafoto di kawasan Kampung Pelangi.

Head of Corporate Social Responsibility Mowilex Suratman menuturkan, pihaknya menyumbangkan 2.500 liter cat untuk pengecatan kembali Kampung Pelangi. Ia berharap dengan adanya bantuan tersebut, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempercantik  kembali Kampung Pelangi. Sehingga dapat menghidupkan pariwisata yang ada sekaligus mengerakkan kembali sektor perkonomian dan menaikan derajat hidup warga Kampung Pelangi.

“Ini bentuk komitmen kami untuk peduli kepada lingkungan. Dan kegiatan ini merupakan salah satu tanggung jawab kami untuk terus mengawal Kampung Pelangi agar tetap eksis menjadi salah satu destinasi wisata di Semarang,” ujarnya.

Ketua RW 3 Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari, Erwin Sumarah, menuturkan, proses pengecatan akan dilakukan bersama-sama oleh warga di dua RW dengan 19 RT. Nantinya tidak hanya pengecatan kembali saja, pihaknya akan dibantu oleh pelukis mural dari seluruh Jawa Tengah dan Jogjakarta untuk membuat 23 spot mural di area kampungnya. Sehingga hasilnya nanti dapat tercipta spot selfie menarik yang dapat dimanfaatkan wisatawan yang berkunjung untuk berswafoto.

“Kebetulan yang masuk dalam program pengecatan ini ada di RW 3 dengan 10 RT dan RW 4 dengan 9 RT. Saya harap setelah dicat ulang, kampung kami dapat kembali berwarna dan eksis seperti sebelumnya,” harapnya.(akm/zal/aro)