Sekolahnya Gamers dan Youtubers

278
AKRAB : Rektor Unika Soegijapranata saat menerima jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang, Senin (4/11). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB : Rektor Unika Soegijapranata saat menerima jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang, Senin (4/11). (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Jurusan Game Technology di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) menjanjikan masa depan cerah. Jurusan ini termasuk langka di Indonesia. Walau demikian banyak publisher menanti lulusan jurusan ini.

“Banyak sekali publisher game di Indonesia, lulusan kami bisa bekerja di sana. Ada dari Prancis, Indonesia, ada dari Singapura.Indonesia sekarang jadi seprti tempat menjual juga tempat membuat gim, karena orangnya kreatif-kreatif,” tutur Rektor Unika Prof Ridwan Sanjaya saat bertemu jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang yang dipimpin General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Senin (4/11).

Menurutnya, lulusan Game Technology juga bisa mengoptimalkan potensinya secara mandiri. Mereka dapat memproduksi gim dan memasarkan di Play Store. Peluang tersebut terbuka lebih besar. “Kalau seandainya jadi produsen untuk bidang gim ya bisa juga. Padahal menjadi produsen sekarang gampang. Bikin gim taruh di Googe Play, itu hanya butuh modal 25 dolar, untuk selamanya.” Ujarnya.

Selain berkutik di dunia gim, lulusan Game Technology dapat juga menekuni bidang industri kreatif. “Kalaupun dia tidak jadi gamer, itu bisa. Karena yang digodok saat perkuliahan kan logika dan kreatifitas serta imajinasi. Jadi, kalau dia jadi orang-orang industri kreatif yang berbasis teknologi itu ya jalan,” kata Ridwan.

Ia menuturkan, jurusan Game Technology ini awal dibukanya hanya 10 sampai 15 mahasiswa saja. Jurusan ini masih asing di mata masyarakat, terutama para orang tua. Sekarang, jurusan ini bisa menerima hingga 45 mahasiswa.

Jurusan yang telah ada sejak 2012 ini tidak menilai negatif para gamers. Mereka justru dinilai memiliki kreativitas yang lebih dibanding non-gamers. “Justu aktivis gamers begitu jadi produser game, itu kreativitasnya sangat luar biasa. Asalkan bukan cuma kecanduan, tapi menikmati proses di situ. Mereka analisanya lebih tajam dari non gamers,” imbuhnya

Selain jurusan Game Technology, Unika Soegijapranata punya jurusan lain yang sedang digandrungi kawula muda.  Jurusan itu adalah Digital Performing Arts, jurusannya para youtubers. “Digital Performing Arts ini kan seperti youtubers, dia membuat production house. Sekarang ini kan cita-cita anak muda kalau ditanya mau jadi youtubers,” ujarnya sembari bergurau. (cr3/ton)