Pencemar Mengganti, Pencemar Membayar

IPAL Komunal Jadi Solusi

190
TERCEMAR: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang meninjau lokasi IPAL komunal di Kampung Puntan, Kelurahan Ngijo, Gunungpati, kemarin.(EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)
TERCEMAR: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang meninjau lokasi IPAL komunal di Kampung Puntan, Kelurahan Ngijo, Gunungpati, kemarin.(EKO WAHYU BUDIYANTO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Pencemaran lingkungan oleh limbah perusahaan kembali terjadi. Di Sungai Bengawan Solo, pencemaran telah menyebabkan terganggunya operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan telah menerjunkan tim untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia menegaskan jika tidak dapat diajak berembug dengan baik, maka akan dibawa ke ranah hukum. ”Prinsip dalam undang-undang lingkungan hidup itu pencemar mengganti, pencemar membayar,” tegasnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) telah memanggil sejumlah perusahaan untuk mencari solusi. Agar limbah dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan kerugian masyarakat.

Pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal menjadi salah satu solusi mengatasi peroalan limbah perusahaan. Gubernur mengatakan, pengelolaan limbah harus dilakukan secara masal mengingat kondisi saat ini dengan tata ruang yang semakin sempit serta kebutuhan dan ekspektasi masyarakat tinggi.

”Kami dorong agar industri berjalan dan orang tidak marah-marah. Membuat IPAL Komunal agar kemudian hari bisa digunakan. Teknologi ini tidak bisa rendah, harus teknologi tinggi,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pendendalian Pencemaran dan Kerusakan DLHK Jateng Tri Asturi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran. Pihaknya akan melakukan koordinasi dan mengambil langkah untuk menindaklanjutinya hasil penelusurannya. Berdasar hasil evaluasi, beberapa IPAL yang sudah terbangun memang tidak berjalan.

”Ini akan kita revitalisasi dengan harapan semnua limbah dapat diolah dulu sebelum dibuang ke lingkungan,” ujarnya. (sga/ida)