Daging Ayam dan Rokok Sumbang Inflasi

380

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Kenaikan harga daging ayam dan rokok di Jateng ternyata menjadi salah satu penyebab inflasi pada Oktober lalu. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK), berada di angka 135,83.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan bahwa secara keseluruhan inflasi di Jateng, disumbang oleh naiknya harga daging ayam ras, bawang merah, akademi/perguruan tinggi, rokok kretek filter dan ketimun.

“Kontribusi tertinggi ada daging ayam ras, sebesar 0,07 persen. Selain itu adalah bawang merah, sebesar 0,03 persen dan rokok sebesar 0,01 persen,” katanya kemarin.

Sementara itu, barang-barang yang menjadi penahan laju inflasi yakni turunnya harga cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras. Jika dibandingkan pada tahun lalu, inflasi bulan Oktober ini lebih rendah sebesar 0,69 persen.

“Secara YoY tingkat inflasi Oktober 2019 sebesar 2,15 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,84 persen,” jelasnya.

Untuk kota dengan inflasi tertinggi, lanjut dia, terjadi di Surakarta sebesar 0,25 persen dengan IHK sebesar 132,16. Selain itu, Kota Tegal dengan angka 0,13 persen dan Kudus sebesar 0.10 persen. IHK masing-masing kota tersebut sebesar 133,95 dan 144,47.

Dari data yang ada, deflasi tertinggi terjadi di Purwokerto sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 134,00 diikuti Cilacap sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 139,83. Sementara deflasi terendah terjadi di Semarang sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 135,70,” pungkasnya. (den/ida)