Kecanduan Gadget, 8 Anak Dirawat di RSJ

236

RADARSEMARANG.ID,  SEMARANG—Kebanyakan orang tua terlambat membawa anaknya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Gondoamino Semarang. Ketika anaknya kecanduan gadget atau game online. Akibatnya anak harus dirawat secara intensif selama 21 hari untuk proses penyembuhan.

“Kebanyakan orang tua tidak menyadari dengan kondisi anaknya. Kalau sudah akut, baru dibawa ke rumah sakit,” kata Psikolog Klinis RSJ Gondo Hutomo, Semarang, Sri Mulyani, dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) di Dinas Kominfo Provinsi Jateng, kemarin (30/10).

Perilaku adiktif anak-anak yang kecanduan gadget, menurutnya, tangannya selalu bergerak terutama jarinya. Kalau gadgetnya diminta, akan marah dan menangis. Itu sangat parah. Sedangkan yang ringan, anak bisa diajak ngomong kemudian perilakunya dialihkan dengan mainan yang lain. “Misalnya dialihkan dengan kegiatan lain dengan berenang atau sepakbola. Yang suka melukis, diajari melukis atau ngeband,” imbuhnya.

Saat ini sudah ada delapan orang yang dirawat di RSJ. Awalnya orangtua tidak sadar anaknya kecanduan gadget. Orangtua itu tahu ketika main game online bisa mempengaruhi studinya sehingga baru dibawa ke RS. “Di pelajaran sekolah, tidak pinter. Tetapi di kegiatan lain berprestasi dan belajar atau menyukai hal-hal yang menimbulkan prestasi,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan dari sisi kesehatan, menyampaikan penggunaan gadget yang berlebihan akan memicu peningkatan hormon dopamin. Menjadi sering marah, mengalami gangguan penglihatan, mata menjadi minus dalam 5 tahun ke depan.

“Tidak hanya itu, akan mempengaruhi jam istirahat dan menjadikan sakit kepala. Solusinya tidak menggunakan gadget secara maksimal lebih dari satu jam,” katanya.

Pakar IT Udinus, Solichul Huda, menyatakan smartphone aman dari radiasi. Namun untuk mengurangi kecanduan, anak-anak diajarkan menjadi kreator game dan kontrol penggunaan dengan pembatasan jaringan sehingga perlu ada regulasi tentang penggunaan game online,” imbuhnya. (hid/ida)