Cahaya Lampu Jalan Bisa Diatur Keterangannya dari Jauh

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Buat Sistem Online Penerangan Jalan

511
CANGGIH: Wali Kota Semarang meluncurkan Smart Lighting Sipenjalu dan Salju di kantor UPTD PJU Wilayah 1 Jalan Taman Ade Irma Suryani (Taman Bringin). (IST)
CANGGIH: Wali Kota Semarang meluncurkan Smart Lighting Sipenjalu dan Salju di kantor UPTD PJU Wilayah 1 Jalan Taman Ade Irma Suryani (Taman Bringin). (IST)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Area gelap dan minim penerangan rawan akan tindak kejahatan, terutama di malam hari. Secara manual, lampu penerangan jalan umum sulit diawasi satu persatu setiap malam. Sistem Sipenjalu bisa jadi solusi. Seperti apa?

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi tengah fokus meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat di wilayah yang dipimpinnya. Memahami jika tempat gelap memiliki potensi kerawanan yang tinggi terhadap berbagai tindakan kriminal, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu membuat Sistem Penerangan Jalan Umum (Sipenjalu) secara online.

Melalui sistem tersebut, Pemkot Semarang dapat lebih mudah melakukan pemetaan penerangan jalan umum yang sudah ada. Tak hanya itu, sistem yang dibangun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang itu memudahkan masyarakat melakukan permohonan penerangan jalan umum di wilayahnya masing-masing secara online.

Hendi menyebutkan, dengan adanya sistem penerangan jalan umun yang diaplikasikan oleh Pemkot Semarang saat ini, jajarannya dapat lebih mudah mendata lampu yang terpasang. “Terkait penerangan jalan umum, data menjadi sebuah hal yang penting untuk disajikan dalam mengambil kebijakan. Sudah cukup belum? Daerah mana yang perlu ditambah? Kekuatan lampunya sudah sesuai dengan kondisi wilayah belum? Pertanyaan-pertanyaan itu harus dijawab dengan data,” tegasnya.

Apabila ada laporan kerusakan dari masyarakat, lanjut Hendi, bisa secepat mungkin dibenahi. “Tapi saya ingin ada sebuah sistem otomatis yang secara menyeluruh bisa mendeteksi kondisi lampu lampu penerangan yang ada,” tutur Hendi.

Di sisi lain Hendi menekankan jika dalam mengupayakan penerangan wilayah tidak dapat hanya sebatas berpikir jalan protokol saja, tetapi harus sampai ke wilayah kampung, di mana membutuhkan partisipasi masyarakat dalam pendataannya. Jadi selain menampilkan sistem informasi geografis penerangan jalan umum di Kota Semarang, masyarakat bisa juga langsung mengakses website sigpju. semarangkota. go.id untuk menginfokan daerah yang masih butuh penerangan.

“Harapannya, komitmen saya untuk menekankan kerawanan wilayah dengan melakukan penerangan ini bisa disambut baik. Dan masyarakat bisa proaktif memberikan informasi kepada kami melalui sistem tersebut,” tandas Hendi.

Menurut data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, saat ini di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah terdapat sekitar 63.000 lampu penerangan jalan umum. Dari jumlah tersebut, 5 persen di antaranya merupakan Smart Lighting, atau sebanyak 3.150 lampu.

Dengan teknologi Smart Lighting yang terhubung dengan Sistem Informasi Penerangan Jalan Umum, tak hanya melakukan pemantauan kondisi, Pemkot Semarang juga dapat menerangkan dan meredupkan lampu dari sebuah ruang kontrol. Adanya teknologi tersebut memudahkan Pemkot Semarang melakukan efisiensi energi lampu yang digunakan. (*/zal)