Pertumbuhan Penjualan Listrik Fluktuatif

Energi Terjual 20.451.662 MWH

368
TANPA PADAM - Tim PDKB PT PLN UID 3 Jateng,-DIY, siap melaksanakan pekerjaan dalam keadaan bertegangan yang memiliki resiko tinggi. (tya)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Tren pertumbuhan penjualan listrik PLN Jateng-DIJ atau KWh dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif. Tercatat pada tahun 2016 tumbuh 6,47 persen, tahun 2017 turun menjadi  3,09 persen. Kemudian tahun 2018 naik sedikit menjadi 5,13 persen. Sedangkan triwulan III tahun 2019 ini, membukukan 5,14 persen dari target pertumbuhan 6,16 persen.

Sedangkan pendapatan, kata General Manager PLN Jateng-DIJ, Agung Nugraha,

PLN Jateng-DIJ berhasil meraup pendapatan Rp 21,1 triliun dengan energi terjual 20.451.662 MWh sampai dengan triwulan III tahun 2019. “Rasio elektrifikasi, PLN Jateng-DIJ berhasil melistriki 100 persen desa dan 99 persen KK di wilayah Jateng-DIJ. Sebelumnya tahun 2018 lalu, rasio elektrifikasi di wilayah Jateng-DIJ berada di angka 97,92 persen,” katanya, Jumat (25/10) kemarin, di sela kegiatan untuk memperingati Hari Listrik Nasional ke-74 yang jatuhnya 27 Oktober mendatang.

Salah satu yang berkontribusi pada pertumbuhan adalah program dedieselisasi. Yaitu peralihan penggunaan mesin diesel menjadi listrik. Total pelanggan dedieselisasi sampai dengan September 2019 adalah 8.934 dengan jumlah daya 114,3 MVA.

“Industri yang telah beralih dari genset/diesel ke listrik sangat beragam. Mulai dari tambak udang, pemecah batu, pabrik garam, pengolah aspal sampai dengan sumur sawah untuk pengairan usaha pertanian. Program dedieselisasi adalah upaya PLN dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Agung.

Menurut para pelanggan, beberapa keuntungan yang ditawarkan penggunaan listrik dibandingkan dengan mesin diesel antara lain biaya operasional yang lebih murah, praktis, efektif, efisien, dan tidak bising.

Banyaknya usaha termasuk UMKM yang beralih menggunakan energi listrik tidak lepas dari usaha PLN dalam memudahkan masyarakat dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi.

“Peningkatan penjualan ini dapat terealisasi karena kemudahan dan kecepatan layanan PLN. PLN sebagai penyedia tenaga listrik terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Salah satunya adalah dengan menyediakan pelayanan penyambungan yang mudah dan cepat,” ujarnya.

Selain itu, katanya, saat ini pengajuan tambah daya dan pasang baru sudah sangat mudah. Pelanggan cukup mengajukan melalui Aplikasi PLN Mobile melalui handphone masing-masing ataupun menghubungi Contact Center PLN 123 dan Website pln.co.id. Agung berharap pertumbuhan penjualan tenaga listrik ini menjadi tolok ukur meningkatnya roda ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Jateng-DIJ. (tya/ida)