Guru Jateng Harus Melek Teknologi

220

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh guru di Jateng  mulai melek teknologi. Hal tersebut dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman dimana saat ini semua segmen kehidupan sudah menggunakan teknologi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, saat ini penggunaan teknologi sudah masuk ke berbagai sendi kehidupan termasuk bidang pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat ketika saat ini para siswa dengan mudah mengakases dunia luar menggunakan gadget yang mereka punya. Namun dalam perkembangannya penggunaan teknologi tersebut bukan hanya memberi dampak positif, namun sekaligus memberi dampak negatif bagi siswa. Dan disinilah peran guru muncul. Mereka dituntut dapat menguasai teknologi yang ada, sehingga mampu mengarahkan siswa untuk menggunakan teknologi secara benar dan bijak.

“Anak milenial saat ini belum memiliki kedewasaan dan tingkat literasi digital yang rendah. Sehingga mereka rawan untuk mendapat konten negatif dari kemajuan teknologi. Terbukti beberapa waktu terakhir banyak kasus yang melibatkan penyalahgunaan gadget oleh anak. Maka dari itu saya mendorong guru untuk lebih meng-upgrade dan meng-update kemampuan teknologi mereka agar lebih adaptif terhadap kemajuan zaman. Harapannya, mereka dapat memberikan literasi digital dan menyesuaikan metode pembelajaran lebih kekinian sehingga mudah diterima siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain meningkatkan kemampuan terhadap teknologi, para guru juga tidak boleh melupakan pendidikan karakter bagi siswa. Karena bagaimanapun berkembangnya zaman, pemberian literasi digital pada siswa tetap harus diimbangi dengan pendidikan karakter. Sehingga siswa akan menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya pandai dan unggul namun juga memiliki budi pekerti baik yang berlandaskan Pancasila.

Dewan Penasehat Ikatan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng Widadi menuturkan, tahun ini pihaknya mulai memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru, termasuk di bidang teknologi. Saat ini, Kantor PGRI Jateng telah dilengkapi dengan ruang pintar yang berisi studio produksi dan ruang pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan para guru se-Jawa Tengah. Ia berharap para guru dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik untuk meng-upgrade kemampuan dan sertifikasi mereka. Sehingga mereka mampu memberikan pembelajaran yang lebih baik dan modern dengan berbasis teknologi kepada para siswa yang notabene adalah generasi milenial.

“Ada 20 set laptop yang kami sediakan di smart room untuk para guru dapat belajar teknologi. Bagaimanapun untuk mengikuti perkembangan zaman, mau tidak mau mereka harus turut serta dalam arus digitalisasi teknologi. Namun saya ingatkan meskipun saat ini pembelajaran teknologi sangat penting diberikan kepada siswa, namun ada satu lagi yang tidak bisa ditinggalkan ketika memberikan pembelajaran bagi siswa. Yakni, pendidikan karakter. Karena sudah menjadi kodrat guru menjadi pemegang mandat untuk membangun karakter siswa menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki budi pekerti yang baik dan luhur” pungkasnya. (akm/aro)