Sekda Prihatin, Ada ASN Turut Sebarkan Hoax

255

RADARSEMARANG.ID,  SEMARANG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengingatkan seluruh jajaran ASN yang berada di lingkup Pemprov Jateng untuk bijak dalam menyampaikan aspirasi di media sosial (Medsos). Hal tersebut dilakukan mengingat banyaknya hoax dan ujaran kebencian yang beredar. Terutama menjelang pelantikan presiden dan wakilnya serta penyelenggaraan Pilkada 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sri Puryono menuturkan bahwa dirinya tidak pernah lelah mengingatkan anggotanya untuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya ke medsos. Sekda mengaku prihatin dengan banyaknya ASN yang secara tidak sadar turut menyebarkan hoax melalui medsos. Padahal jejak digital seseorang akan susah dihapus jika sudah terekam dalam dunia maya. Bahkan tidak ada ruang mengelak jika suatu saat terjadi penindakan atas apa yang dibagikan.

“Selalu saya ingatkan, saringlah sebelum sharing. Jangan ingin menjadi pahlawan dengan menyebarkan informasi, namun belum diketahui kebenarannya. Bisa saja yang kita sebarkan mengandung informasi yang menghasud, memecah belah, dan menjatuhkan seseorang. Yang ada bukannya menjadi pahlawan, justru bisa ditangkap oleh pihak kepolisian,” ujarnya Rabu (16/10) kemarin.

Selain sebagai ASN tertinggi di Jateng, dirinya akan menindak tegas anggota yang melakukan pelanggaran dalam menyampaikan aspirasi di medsos. Jika memang terbukti bersalah, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi mulai yang ringan berupa peringatan hingga terberat yakni pemberhentian dari status ASN. Termasuk dalam kasus pelanggaran yang dilakukan staf administrasi bagian teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Imam Nurcahyo terkait unggahan status Facebook yang menyingung tragedi penusukan Wiranto.

Sementara itu, menanggapi kasus tersebut Rektor Undip Semarang, Yos Johan Utama masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian kepada jajaranya tersebut. Terkait penjatuhan sanksi apa yang akan diberikan pihak kampus, pihaknya belum bisa memastikan mengingat belum ada rekomendasi yang diterima oleh dirinya. Dengan kejadian tersebut dirinya mengimbau kepada masyarakat khususnya warga Undip untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial terutama dalam menyikapi sesuatu yang sensitif. “Berulang kali sudah saya ingatkan kepada jajaran, jangan sembrono dalam bermedia sosial,” pungkasnya. (akm/ida)