Ojek Online Buka Iklim Usaha Baru

Lebih Cepat Distribusikan Produk

172

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Keberadaan taksi dan ojek online dinilai mampu membuka iklim usaha baru, terutama di bidang UMKM. Keberadaan mereka sangat dirasakan terutama dalam hal distribusi produk menjadi lebih cepat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, FX Bambang Suranggono mengatakan bahwa keberadaan ojek online menjawab kebutuhan masyarakat agar barang yang dipesan dapat sampai lebih cepat. ”Kondisi ini sangat mendukung para pelaku UMKM dalam menaikkan pendapatannya,” ujarnya dalam diskusi media yang digelar di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Rabu (16/10).

Dari data Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, saat ini ada 16.954 UMKM di Kota Semarang yang terdaftar. Dari jumlah tersebut sebanyak 1700-an pelaku usaha telah menggunakan fasilitas taksi dan ojek online, termasuk dalam hal pembayarannya. Kebanyakan, ia katakan, adalah pelaku usaha mikro yang bergerak di bidang kuliner.

”Sebanyak 10 persen saja yang menggunakan fasilitas ojek online sudah menunjukkan bahwa keberadaan mereka ini sangat membantu,” ujarnya. ”Terlebih di era industri 4.0,” timpalnya.

Pengamat Transportasi Universitas Diponegoro Semarang Eko Yuli menilai, kehadiran ekosistem bisnis seperti halnya Gojek turut mendukung upaya mewujudkan smart city. Ia mencontohkan, ciri smart city ini dapat dilihat pada penggunaan transaksi non tunai dalam kehidupan sehari-hari. ”Sekarang penumpang bus saja sudah menggunakan transaksi non tunai. Namun meski dipermudah dengan online system, sebaiknya tak meninggalkan aspek kehidupan sosial kemasyarakatan yang sebenarnya mahal harganya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri keberadaan ojek dan taksi online ini memang dibutuhkan masyarakat dengan hitung-hitungan lebih  murah. Hanya saja, pihaknya berharap agar para penyedia jasa taksi maupun ojek online ini dapat menaati peraturan pemerintah.

”Memang memudahkan masyarakat, namun dalam praktiknya ada beberapa aturan yang sebenarnya dilompati. Saya berharap bisa taat aturan dan saya rasa ini pemerintah akan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, terlepas dari pro dan kontra yang ada, keberadaan taksi dan ojek online ini telah membuka banyak lapangan pekerjaan. Lebih lanjut, keberadaan mereka juga telah menciptakan akses bagi pelaku UMKM dengan lebih baik untuk bertemu dengan konsumennya.

”Karena keberadaan taksi dan ojek online ini memang dibutuhkan. Dan karena memang sekarang zamannya sudah modern, mereka memberikan jasanya melalui aplikasi. Ini fair-fair saja menurut saya,” ujarnya. (sga/ida)

BUKA IKLIM USAHA : Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara saat menjadi pembicara dalam diskusi media di kantor PWI Jawa Tengah, Rabu (16/10).(Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)