Kades Dituntut 4 Tahun Penjara

148
SIDANG : Budiono lesu saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG : Budiono lesu saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.(JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pemalang menjatuhkan tuntutan selama empat tahun penjara terhadap mantan Kepala Desa (Kades) Banjaran, Budiono dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang. Dalam tuntutan itu, terdakwa dianggap terbukti bersalah melakukan dugaan tindak pidana korupsi pada proses pembebasan lahan bondo deso untuk tol Pemalang.

JPU Kejari Pemalang, Nunuk, menilai terdakwa yang memiliki kekuasaan mengelola keuangan dan aset desa telah menerima pembayaran ganti rugi tol Trans Jawa tahap I sebanyak 10  tanah kas desa seluas 44. 401 meter per segi dengan total Rp 9.992.836.952. Namun karena masih membutuhkan perluasan, maka dilakukan pembebasan tahap dua seluas 4019 meter persegi dengan total penggantian yang diterima desa Banjaran sebesar Rp 809.241.085.

“Akan tetapi sebagai pemegang kekuasaan di dalam pengelolaan keuangan di Desa Banjaran, menerima 10 rekening atas namanya melalui arahan dari PPKom pengadaan jalan Tol Pemalang Batang,” sebut jaksa.

Menanggapi tuntutan itu, kuasa hukum terdakwa, Nugroho Budiantoro, mengaku heran atas proses yang dilakukan kliennya. Pasalnya perkara itu berawal dari pembebasan lahan untuk kepentingan umum, justru ditafsirkan merugikan keuangan negara yang arahnya pada alokasi anggaran dana desa (ADD).

“Sebenarnya di dalam UU Kepentingan Umum dijelaskan saksi ahli bahwa perkara tersebut tidak ada kerugian negara,” kata Nugroho, usai sidang kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (16/10).

Bahkan, kliennya telah melakukan pengembalian dengan membelikan tanah bengkok. Seharusnya jelas tidak ada potensi kerugian negara pada perkara yang menjerat kliennya. “Nanti di dalam pembelaan, kami akan mengurai tidak ada unsur kesalahan, sehingga jaksa terlalu memaksakan,” tandasnya. (jks/ida)