Yoyok Sukawi Nahkoda Baru Askot PSSI Semarang

188
PSSI KOTA: Panitia Muskot memberikan dapuk kepemimpinan baru kepada Ketua Umum Askot, Yoyok Sukawi di Candiview Hotel, Jumat (11/10) kemarin. (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)
PSSI KOTA: Panitia Muskot memberikan dapuk kepemimpinan baru kepada Ketua Umum Askot, Yoyok Sukawi di Candiview Hotel, Jumat (11/10) kemarin. (Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Asosiasi Kota PSSI Semarang (Askot) Semarang akhirnya memiliki nahkoda baru. Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau biasa dikenal Yoyok Sukawi berhasil memenangkan persaingan melawan incumbent sebelumnya yakni mantan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. CEO PSIS tersebut berhasil meraup 15 suara dari total 25 suara yang diperebutkan.

Selama pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) yang diselenggarakan di Candiview Hotel, Jumat (11/10) kemarin, pemilihan yang terjadi berlangsung sengit. Hingga satu jam sebelum pengambilan suara berlangsung, Yoyok belum terlihat di lokasi muskot tersebut. Padahal sang lawan sejak dimulainya acara sudah berada dalam forum. Hingga akhirnya sekiar 15 menit sebelum pengambilan suara, ketua umum terpilih tersebut memasuki forum. Setelah kedua pasangaan calon masuk, pemimpin forum memberikan kesempatan mereka untuk menyampaikan visi misi. Namun hal tersebut ditolak oleh forum. Alhasil pengambilan suara langsung dilakukan dan hasilnya 1 suara dinyatakan tidak sah, Supriyadi mendapatkan 9 suara, dan sisanya milik Yoyok.

Menanggapi kemenangannya tersebut, Yoyok mengaku lega. Ia berterimakasih kepada semua anggota yang telah memberikan amanat memimpin Askot selama empat tahun kedepan kepada dirinya. Pihaknya berjanji bersama dengan formatur terpilih, akan segera membentuk struktur kepengurusan Askot yang baru. Sehingga pihaknya dapat segera melakukan rapat kerja untuk menyusun program kerja yang akan ia lakukan ketika menjabat nanti.

Alhamdulillah pemilihan berjalan aman dan kondusif. Tidak seperti pemilihan dengan situasi menegangkan seperti yang terjadi di PSSI pusat. Saya akan berusaha untuk memperbaiki sistim yang masih kurang baik agar sepakbola Kota Semarang dapat terus maju dan berkembang,” katanya setelah dinobatkan menjadi Ketum Askot periode 2019 – 2023.

“Selain itu saya juga tidak akan bedol desa menganti sistem yang ditinggalkan kepengurusan lama. Saya justru mengajak Pak Supriyadi untuk tetap aktif dalam Askot dan bersama-sama membawa dunia kulit budar Semarang menjadi lebih baik,” tandasnya.

Dirinya berkomitmen dalam penyusunan program kerja, pihaknya akan mendahulukan perbaikan pada internal organisasi. “Dengan roda organisasi yang berjalan baik, tentu pembinaan atlet akan baik. Dan seacara otomatis akan memunculkan pemain baru dan bagus.Maka dari itu saya mengajak 25 klub anggota Askot untuk bersama-sama memanjukan peserpakbolaan Semarang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang turut hadir dalam Muskot berharap dengan adanya kepemimpinan dan kepengurusan yang baru, Askot dapat memberikan kontribusi untuk memajukan sepak bola Kota Semarang. “Siapa pun yang terpilih kami harapkan mampu membawa Askot lebih baik, dengan sistem kepengurusan yang disiplin, transparan dan mampu menggerakkan suporter  untuk lebih fairplay dan dewasa. Selain itu juga dapat bersama kami mewujudkan Semarang sebagai kota sport tourism yang memajukan dunia pariwisata kota Semarang,” katanya. (akm/zal)