Polda Luncurkan Jogo Wargo Jogo Negoro

420
APLIKASI BARU : Polda Jateng kini memiliki aplikasi New Smile Police Jogo Wargo Jogo Negoro yang mengintegrasikan seluruh layanan jajaran kepolisian di Provinsi Jateng hingga Polres. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APLIKASI BARU : Polda Jateng kini memiliki aplikasi New Smile Police Jogo Wargo Jogo Negoro yang mengintegrasikan seluruh layanan jajaran kepolisian di Provinsi Jateng hingga Polres. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Kepolisian Daerah (Polda) Jateng melakukan terobosan berbasis teknologi informasi. Yakni, dengan meluncurkan aplikasi New Smile Police Jogo Wargo, Jogo Negoro.

“Aplikasi ini terintegrasi ke jajaran Polres atau Satwil ke Jateng, terintegrasi dengan instansi seperti DPRD, Pemprov Jateng, Damkar, BNN, dan BNPT,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, saat memberikan keterangan di Mapolda Jateng, Jumat (11/10) kemarin.

Iskandar membeberkan, aplikasi New Smile Police ini sebenarnya sudah pernah di-launching tahun 2017. Namun, aplikasi ini lebih terintegrasi sehingga memudahkan atau mempercepat layanan masyarakat secara online. Di dalam aplikasi ini terdapat menu pengaduan masyarakat, menu informasi warga, menu panic button, yang terdiri atas panic kriminal dan lakalantas.

“Artinya masyarakat yang mengalami, melihat kejadian kriminal, atau kejahatan, apabila sudah mengklik, petugas kepolisian akan segera datang. Jadi tidak perlu lagi kemana mana mencari,” bebernya.

Sesuai rencana, aplikasi ini akan di-launching Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, hari Minggu (13/10) pagi. Acara ini dimeriahkan bintang tamu, Didi Kempot. “Saat launching nanti, ada petugas yang memandu masyarakat menggunakan atau mengisi daftar aplikasi ini,” bebernya.

Iskandar menambahkan, aplikasi yang diluncurkan Polda Jateng merupakan program berbasis GPS. Diharapkan aplikasi yang dikembangkan ini menjadi inovasi dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kini, pengaduan bisa dilakukan secara online. Bahkan, kita bisa memantau sejauh mana pelaporan diproses penyidik,” pungkasnya. (mha/ida)