Ekspor Pertanian Jateng Menjanjikan

Gerakkan Milenial Jadi Eksportir

194

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –Potensi ekspor pertanian Jawa Tengah luar biasa. Belum lama ini, Jawa Tengah telah mengirim daun ketapang ke Jepang dan daun sirsak ke Rusia. Belum lagi sejumlah hasil pertanian lainnya, seperti bunga melati, kedelai edamame, kacang hijau, pakis dan beberapa komoditas lainnya ke beberapa negara.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, dengan potensi yang menjanjikan ini, perlu digerakkan para generasi muda untuk menjadi eksportir. Menggerakkan milenial ini menjadi salah satu kebijakan menteri pertanian untuk akselerasi ekspor Indonesia.

”Melalui agro gemilang. Kita galakkan ekspor melalui generasi milenial. Karena memang pasarnya sudah ada dan menjanjikan,” jelasnya di Semarang belum lama.

Upaya mendorong generasi muda untuk menjadi eksportir ini juga didukung sejumlah kemudahan untuk mengirim barang ke luar negeri. Di antaranya dengan adanya perizinan online dan terpadu. ”Selain itu ada pula I-MACE. Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports atau Peta Komoditas Ekspor Pertanian Indonesia. Dari situ bisa dilihat apa yang diekspor, kemana, kapan, berapa volumenya, siapa yang mengekspor. Semuanya ada di situ,” ujarnya.

”Dan itu sudah diserahkan kepada kepala daerah. Harusnya bisa dijadikan gubernur dan bupati sebagai dokumen kebijakan untuk membangun pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujarnya menambahkan.

Yang tidak kalah penting dan sangat membantu, ia tambahkan, dengan keberadaan E-Cert atau sertifikat elektronik. Sertifikat ini akan menjamin ekspor diterima negara tujuan. Sehingga, eksportir tidak ada kekhawatiran barang akan dikembalikan.

”Ini sudah ada 4 negara sudah bisa by elektronik, Belanda, Australia, New Zaeland, dan Vietnam. Target kita 2019-2020 paling tidak 25 negara selesai dengan elektronik. Jaminan agar barang kita diterima,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pola kerjasama yang baik harus terus dilakukan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam hal ini, ia katakan, pemerintah pusat menyiapkan konsep dan membuka jalan ke luar negeri, sementara pemerintah daerah akan menyambut dengan menggerakkan petani untuk lebih produktif. ”Ini pasar sudah ada, tugas kami yang ada di daerah adalah untuk mendorong para petani menghasilkan produk yang berkualitas,” tandasnya. (sga/ida)