Kasus Inchrach, Kejari Musnahkan Barang Bukti

178
DARI BERBAGAI KASUS: Dwi Samudji memimpin langsung pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap di halaman kantornya. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DARI BERBAGAI KASUS: Dwi Samudji memimpin langsung pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap di halaman kantornya. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Beragam barang bukti sejumlah perkara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (Inchrach) dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan menggilas menggunakan alat berat, di halaman kantor Kejari Semarang Rabu (9/10).

Barang bukti tersebut terdiri dari 245 perkara tindak pidana umum (Pidum) dan 3 perkara tindak pidana khusus (Tipidsus). Terdiri dari narkotika, sabu 491,962 gram, 279 paket dan ganja sebanyak 0,135 gram, 6 linting dan 3 paket. Kemudian psikotropika berupa riklona 2 clonazeparn sebanyak 10 butir.

“Semua barang bukti yang dimusnahkan sudah memiliki kekuatan hukum tetap dari putusan pengadilan. Ini pertanggungjawaban kita kepada masyarakat, bahwa semua barang yang berdasar putusan harus dimusnahkan,” kata Kepala Kejari Semarang Dwi Samudji.

Sedangkan barang bukti lain tentang kesehatan, berupa pil berlogo Y 648 butir, pil berlogo X 515 butir, pil berlogo MF 149 butir, pil berlogo LL 3.602 butir, trihexipenidhil 2.034 butir, dextro 3.235 butir, lexzepam 80 butir, heximer 180 butir, jamu berbagai merk 97 dus, 147 hanger, 27 karung, dan 287 rol. Kemudian rokok tanpa cukai 626.000 batang / 56 ball. Ada juga prasarana tindak pidana yaitu handphone 182 buah, printer 1 buah, dan laptop 1 buah.

Dwi menyebutkan, barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan tindak pidana sejak April 2019 lalu. Menurutnya, berdasarkan perkara yang ada di Kota Sematang tersebut didominasi tindak pidana narkotika.

“Dari jumlah perkara di Semarang, hampir 70 persen perkara narkoba. Barang bukti paling banyak yang dimusnahkan berupa obat-obatan,” ujarnya.

Kasi Tipidum Kejari Semarang  Edy Budianto dan Kasi Datun Kejari Semarang Diyah Ayu Wulandari menambahkan, pihaknya akan tegas dengan jaringan narkoba yang masuk ke Kota Semarang. Bahkan tuntutan hukuman berat hingga hukuman mati siap dijatuhkan kepada pelaku yang membawa narkoika lebih dari 5 kilogram.

“Kami sudah komitmen, nanti kalau ada penyelundupan narkotika di atas 5 kilogram akan kami tuntut hukuman mati,” imbuhnya. (jks/zal)