Seliter Pertalite Setara Dua Tabung Melon

2385
LEBIH MURAH : Serda Dalsono menjelaskan cara kerja kompor alternatif yang dibuatnya bersama Serda Sodikun. (NURWAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH MURAH : Serda Dalsono menjelaskan cara kerja kompor alternatif yang dibuatnya bersama Serda Sodikun. (NURWAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Babinsa Kelurahan Banjardowo Kota Semarang Serda Dalsono dan Serda Sodikun berhasil membuat kompor alternatif berbahan bakar Pertalite. Kompor tersebut diklaim sangat hemat. Bahan bakar satu liter Pertalite setara dengan satu tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram.

Menurut Dalsono, biaya yang dikeluarkan untuk membuat kompor tersebut sekitar Rp 300 ribu. Bahannya berupa kompor gas, selang, water pump, stoples, lem dan gunting. “Alatnya itu mudah didapat sehingag tinggal merangkai maka jadilah kompor alternatif yang super hemat,” katanya.

Komponen utama pada kompor ini adalah stoples yang juga berfungsi sebagai penampung bahan bakar. Dari stoples tersebut dipasang selang berukuran 10 mm dan dihubungkan dengan water pump yang selanjutnya disambungkan dengan listrik. Dari rangkaian ini akan muncul gas dari BBM Pertalite yang disalurkan ke kompor gas.

“Memang sebelum kompor gas itu digunakan harus dilebarkan terlebih dahulu sepuyernya dengan menggunakan mata bor agar bisa muncrat uap dari BBM pertalite sehingga menimbulkan gas yang dimanfaatkan untuk kompor. Tetapi kalau menggunakan BBM Pertamax juga semakin baik,” jelasnya.

Dengan kompor tersebut, saat ini anggota Koramil 06 Genuk bisa menggunakannya untuk memasak mi instan atau menggoreng telur ketika piket malam.

“Satu liter Pertalite setara dengan dua tabung berukuran tiga kilogram. Artinya satu liter BBM itu tidak habis tetapi yang digunakan gas dari BBM Pertalite yang dipompa dengan menggunakan water pump sehingga menghasilkan gas dan disalurkan ke kompor. Jadi BBM-nya itu masih tetap satu liter,” tambahnya.

Tentunya kompor alternatif ini masih perlu penyempurnaan yang diharapkan tidak membahayakan ketika digunakan masyarakat awam. (hid/ton)