Avanza Masih Jadi Market Leader

148
TERDEPAN : Penjualan Toyota Avanza masih menguasai pasar di wilayah Jateng-DIJ. (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERDEPAN : Penjualan Toyota Avanza masih menguasai pasar di wilayah Jateng-DIJ. (DOKUMEN JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Persaingan di pasar Low Multi Purpose Vehicle (MPV) di Jateng cukup sengit. Beberapa pabrikan otomotif pun berlomba-lomba untuk meraih pasar sebanyak-banyaknya. Dari data yang ada, Avanza masih berada di urutan pertama untuk penjualan mobil di kelas low MPV di wilayah Jateng-DIJ.

Marketing Divisi Head Nasmoco Group, Herybertus Budi S mengatakan bahwa di tengah ketatnya persaingan penjualan Low MPV di Jateng-DIJ, setiap bulan di area Jateng Avanza bisa terjual sampai 500 unit perbulan. “Penjualan Avanza masih sangat baik di tengah ketatnya kompetisi. Per bulan, kami bisa menjual 500 unit di Jateng-DIJ,” katanya kemarin.

Hery menerangkan, sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 2003 lalu. Sampai saat ini sudah terjual 1,75 juta unit secara nasional. Untuk wilayah Jateng-DIJ sendiri, Avanza masih menjadi market leader dengan kontribusi penjualan sebesar 24 persen.

“Kontribusi penjualan Avanza dan Veloz di angka 24 persen, dari angka ini 15 persennya disumbangkan oleh Veloz. Angka ini masih membuat kami menjadi market leader di Jateng-DIJ,” jelas dia.

Selain Avanza dan Veloz, Nasmoco Group juga melengkapi varian MPV, belum lama ini memperkenalkan New Calya yang masuk dalam kategori new entry. Dibanderol harga Rp 144,9 juta untuk tipe E non ABS. Sementara untuk seri paling tinggi tipe G dengan transmisi otomatis dibanderol Rp 166,4 juta.

“Market MVP di Jateng saat ini sangat besar. Sejak diluncurkan pada tahun 2016 lalu, penjualan Calya hampir bisa menyamai Avanza dan terus naik dari waktu ke waktu,” kata Managing Director Nasmoco Group, Fatrijanto.

Dengan hadirnya New Calya, diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan bagi market MPV, khususnya segmen entry MPV. “Khusus Calya sampai akhir tahun, kami menargetkan bisa menjual 6 ribu unit atau rata-rata 500 unit per bulan,” pungkasnya. (den/ida)