Optimalkan Dana Desa Tekan Angka Stunting

130

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG– Stunting terus mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, persoalan ini perlu diselesaikan untuk menciptakan SDM unggul menuju Indonesia emas. Dalam upaya ini, gubernur meminta kepala desa di seluruh Jateng mengoptimalkan dana desa untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Baik untuk keperluan vitamin, periksa ibu hamil di rumah sakit, membeli ambulans dan sebagainya. Kalaupun kurang, mereka diminta mengusulkan ke pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Kita dapat informasi bahwa dana desa yang totalnya Rp 400 triliun itu dapat digunakan untuk mencegah stunting. Maka saya minta seluruh kades di Jateng untuk melaksanakan program itu. Anggarkan saja,” ujar Ganjar.

Gubernur mengatakan, mencegah stunting, dalam hal ini dengan menjaga kesehatan ibu dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Semua pihak mulai dari dinas terkait, bupati, kepala desa dan seluruh elemen juga memiliki tanggung jawab yang sama.

”Saya sudah meminta dinas terkait, tenaga kesehatan dan pemda mendata jumlah ibu hamil yang perlu mendapatkan intervensi agar segera dapat dilakukan tindakan,” ujarnya.
Angka stunting di Jateng memang masih cukup tinggi. Rata-rata provinsi, stunting masih berada pada angka 30 persen. Angka ini harus terus ditekan hingga pada posisi seminimal mungkin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, berdasar SDG’s, angka stunting disepakati setidaknya berada di bawah 20 persen. Untuk mencapai angka ini, diperlukan sinergi dari berbagai pihak. ”Jadi, tidak hanya dari Dinas Kesehatan saja. Perlu sinergi antardinas,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen untuk mengatasi persoalan stunting. Sejumlah program dijalankan untuk mengatasi persoalan ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, sejumlah program dilaksanakan dalam rangka penanggulangan kerawanan pangan, sebagai salah satu penyebab terjadinya stunting. ”Kami turut mengatasi persoalan stunting ini dengan mengajak masyarakat memenuhi gizi anak. Kami mendorong masyarakat untuk diversifikasi pangan,” ujarnya. (sga/aro)