Halo Matahari Terlihat di Jateng

262

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Beberapa daerah di Jateng sempat digegerkan dengan fenomena bulatan cahaya pelangi yang mengelilingi matahari. Bahkan fenomena langka ini, santer dikaitkan pertanda datangnya bencana alam.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, Iis Widyaharmoko, mengatakan, jika fenomena ini disebut sebagai Halo Matahari. Ia menyebut jika itu merupakan fenomena langka yang terjadi di daerah tropis.

“Fenomena ini sering terjadi di Eropa, dan daerah utara bumi. Fenomena yang terjadi di Jateng ini adalah fenomena langka,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (1/10).

Iis menerangkan, fenomena itu tidak dapat terlihat di semua daerah.  Jateng sendiri tercatat dapat terlihat di langit Blora, Pati, Kudus, serta Sragen.  “Tidak semua wilayah bisa melihat fenomena ini. Tercatat bisa dilihat di Blora, Pati, Kudus, serta Sragen,” bebernya.

Ia menjelaskan, Halo Matahari sendiri disebabkan adanya pembiasan cahaya matahari oleh permukaan es di awan yang berbentuk batang atau prisma. Pembiasan tersebut membuat sinar matahari terpecah ke dalam beberapa warna, karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu. “Sama seperti pada pelangi. Biasanya disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus atau biasanya disebut cirrostratus,”jelasnya.

Adanya mitos munculnya Halo Matahari sebagai pertanda datangnya bencana, ia menampik hal tersebut. Menurutnya, mitos tersebut muncul karena fenomena Halo Matahari jarang terlihat oleh masyarakat. “Mungkin, karena jarang terlihat, kadang masyarakat mengaitkan dengan bencana atau hal-hal mistis, padahal tidak ada hubungannya,” tandasnya. (den/aro)