Tiga Titik PKL Jadi Sasaran Penertiban

219
EKSEKUSI: Petugas Satpol PP Kota Semarang menertibkan PKL melanggar di sejumlah kawasan.(Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
EKSEKUSI: Petugas Satpol PP Kota Semarang menertibkan PKL melanggar di sejumlah kawasan.(Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Setelah PKL di empat titik yaitu Jalan Kawi, Jalan Gajah Raya, MT Haryono, dan kawasan Kota Lama, kini Satpol PP Kota Semarang kembali menertibkan tiga titik lain, yakni di Jalan KH Ahmad Dahlan, Ki Mangunsarkoro dan Jalan Dr Cipto. Para PKL dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11/2000.

Di mana PKL dilarang mendirikan bangunan bersifat permanen di atas saluran air dan bahu jalan. Selain itu, juga berdasarkan SK Wali Kota Semarang bernomor 511.3/111/2016 tentang penataan PKL Kota Semarang dan Perda Nomor 3 Tahun 2018.

“Tentang pemberdayaan PKL Kota Semarang diizinkan berjualan pada pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB pagi,” ujar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Puluhan PKL berhasil ditertibkan. Mereka sebagian besar berjualan di jalur pedestrian serta di atas saluran irigasi. Sebelumnya Satpol PP sudah memberikan surat peringatan kepada para PKL. Namun tidak digubris sama sekali.

Diakuinya, pihaknya saat ini memang tengah gencar-gencarnya melakukan penertiban PKL yang berdiri di pinggiran jalan protokol. Apa yang dilakukan oleh Satpol PP merupakan upaya untuk mewujudkan Kota Semarang menjadi kota yang nyaman bagi warganya.

“Kami bertindak sesuai dengan Peratuan Daerah (Perda) yang ada. Karena apa? Jika dibiarkan PKL itu akan menjamur dan sulit untuk di tertibkan,” katanya. Menurutnya, sudah menjadi tugas dari Satpol PP untuk menegakkan perda, salah satunya yakni menertibkan PKL liar yang berjualan tidak pada tempatnya.

“Sudah komitmen saya semua PKL yang tidak tertib akan kami tertibkan. Selalu saya sampaikan kota ini di bangun dengan biaya yang tinggi, namun dikotori oleh PKL liar yang menjamur,” katanya. (ewb/zal)