Alfamart akan Pekerjakan Difabel

1777
JALIN KERJASAMA : Human Capital Director, PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, Tri Wasono Sunu (ketiga kiri) bersama Direktur Eksekutif Rajawali Foundation, Agung Binantoro usai melakukan penandatanganan kerjasama , kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)
JALIN KERJASAMA : Human Capital Director, PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, Tri Wasono Sunu (ketiga kiri) bersama Direktur Eksekutif Rajawali Foundation, Agung Binantoro usai melakukan penandatanganan kerjasama , kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Alfamart dan Rajawali Foundation menandatangani kerja sama model program kesiapan kerja dan pelatihan kecakapan kerja. Sasarannya adalah generasi muda kurang mampu dan rentan, disabilitas.

Human Capital Director PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk Tri Wasono Sunu mengatakan, Alfamart dan Rajawali Foundation, akan membangun calon pencari kerja lebih inklusif. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan serta peminatan, termasuk kepada penyandang disabilitas. “Harapannya, melalui kerja sama ini pula akan didapat calon tenaga kerja di unit toko (store crew), gudang (helper), dan sales canvasser (member relationship officer) yang kompeten dan siap kerja. Selain itu juga menciptakan calon wiraswasta berbasis ritel yang handal,” ujarnya di kantor cabang Alfamart di Komplek Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) Kota Semarang, Rabu (25/9).

Direktur Eksekutif Rajawali Foundation Agung Binantoro menambahkan, kerjasama tersebut merupakan sebuah komitmen untuk membangun kesiapan tenaga kerja yang berkesinambungan. Pada 2019 ini, pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif diarahkan kepada sekitar 4.000 pemuda kurang mampu dan rentan dari 16.000 pemuda yang terdapat di basis data terpadu pemerintah. Setelahnya, sebanyak 2.000 yang terpilih, dapat mengikuti program pelatihan kesiapan kerja. Ditargetkan, setidaknya 1.600 pemuda kurang mampu dan rentan dapat bekerja atau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. “Nantinya akan dibuat pemodelan program kesiapan kerja dengan menyelaraskan pelatihan kecakapan atau soft skill dengan pelatihan teknis, khususnya untuk bidang ritel,” jelasnya. (den/ton)