alexametrics


Tertimpa Tembok, Satu Siswa SD Tewas, Satu Kritis

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Nasib nahas dialami dua siswa kelas 5 SD Pakintelan 01 Gunungpati, Kota Semarang. Keduanya tertimpa tembok papan nama sekolah yang roboh. Akibat kejadian ini, satu orang tewas di lokasi kejadian dan satu orang masih kritis di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban meninggal diketahui bernama Mohamad Rehan Ditya Pratama, 10, warga Pakintelan, Gunungpati. Ia mengalami luka parah di bagian kepala, badan dan kaki. Sedangkan korban Ridlo Adytia Saputra, 10, warga Pakintelan, Gunungpati mengalami luka berat pada kepala dan badan. Saat ini, Ridlo adytia Saputra, masih mendapat perawatan intensi di rumah sakit.

Nasib nahas itu terjadi Selasa (24/9) sekitar pukul 13.30. Kejadian bermula saat dua siswa tersebut sedang duduk di bawah tembok papan nama SD Pakintelan 01, sembari menikmati waktu istirahat jam pelajaran. Tiba-tiba dinding tersebut roboh dan menimpa kedua korban.

Iya, ada dua orang yang tertimpa pagar. Satunya meninggal dunia, satunya masih dirawat di rumah sakit,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Gunungpati, AKP Hengki Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (24/9).

Korban tidak mengatehui tembok tersebut roboh, sehingga tidak bisa menyelematkan diri. Tubuhnya langsung tertimpa reruntuhan tembok. Pihak sekolah yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengangkat korban dari reruntuhan bersama warga. Selanjutnya, kedua korban dibawa ke RSUD Ungaran untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.

Ditanya penyebab robohnya tembok tersebut, Hengki belum bersedia memberikan penjelasan. Menurutnya, sampai sejauh ini pihaknya masih memintai keterangan saksi-saksi. ” Pihak sekolah belum kita mintai keterangan karena masih lelayu,” katanya.

Informasi yang beredar, korban yang meninggal dunia langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Petugas Unit Inafis Polrestabes Semarang yang mendapat laporan juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemarin, puing-puing reruntuhan tembok kurang lebih setinggi dua meter tersebut telah dipasang garis police line untuk penyelidikan lebih lanjut. “Penyebabnya masih penyelidikan, tetap kita tindak lanjuti,” ujarnya. (mha/aro)

Terbaru

Populer