Penjaringan Balon Sepi

Pendaftaran Balon Wali Kota dan Wawali PDIP

193
“Banjir Tugu itu tergolong parah. Bahkan sering menimbulkan korban dan selalu menjadi sorotan publik dengan skala nasional ketika musim penghujan datang. Maka dari itu kami meminta pemkot tetap  memperhatikan masalah banjir tersebut” Kadarlusman. Ketua DPRD Kota Semarang.
“Banjir Tugu itu tergolong parah. Bahkan sering menimbulkan korban dan selalu menjadi sorotan publik dengan skala nasional ketika musim penghujan datang. Maka dari itu kami meminta pemkot tetap  memperhatikan masalah banjir tersebut” Kadarlusman. Ketua DPRD Kota Semarang.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Penjaringan pendaftaran bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2020-2025 yang dibuka oleh DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Semarang sepi pelamar. Sejak DPC PDIP Kota Semarang membuka pendaftaran 16 September lalu, hingga kemarin belum ada yang mengambil formulir. Diperkirakan pengambilan berkas pendaftaran baru akan dilakukan di hari terakhir sebelum ditutup.

Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang Kadarlusman mengatakan, jika pihaknya membuka jadwal pengambilan berkas pendaftaran hingga Sabtu (21/9) mendatang. “Sampai sekarang belum ada yang mengambil berkas pendaftaran di DPC,” tutur Pilus, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/9).

Dikatakan, setelah pengambilan berkas pendaftaran, bakal calon wali kota maupun wakil wali kota harus mengembalikan berkas dengan jadwal waktu yang sama. Setelah itu, dijadwalkan untuk verifikasi pada 22 September atau satu hari setelah jadwal pengambilan dan pengembalian berkas ditutup.

Dikatakan Pilus, untuk pengambilan berkas pendaftaran bakal calon dilakukan di sekretariat DPC PDIP Kota Semarang. Baik itu di kantor DPC yang lama Jalan Barusari Nomor 8 maupun di kantor yang baru di Jalan Untung Suropati Nomor 12.

Pihaknya juga mempersilakan pendaftar dari luar Kota Semarang. “Silakan dari luar Kota Semarang kalau mau mendaftar,” katanya.

Di sisi lain, DPC PDIP Kota Semarang juga mempersilakan parpol lain untuk berkoalisi dengan partai berlambang moncong putih banteng tersebut. “Pada prinsipnya kita terbuka untuk calon dan asalnya dari mana, karena partai kita juga terbuka,” tandasnya.

Untuk parpol lain yang sudah memiliki calon juga dibuka kesempatan untuk berkoalisi dengan partai pimpinan Megawati Soekarno Putri ini. “Instruksi DPP memang memperbolehkan,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini PDIP Kota Semarang merupakan salah satu partai yang menjadi barometer dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2020 mendatang. Sebab, dalam Pemilu lalu, partai ini memiliki suara yang tinggi di Kota Semarang. Persentase perolehan suaranya hampir 50 persen. Tentunya dengan persentase perolehan suara tersebut, calon yang akan diusung oleh PDIP dalam Pilwalkot nanti juga menjadi pertimbangan partai lain.

Sebelumnya, nama Hendrar Prihadi sebagai calon petahana memang informasinya santer akan kembali diusung oleh PDIP. Pasalnya, sejak Kota Semarang dipimpin oleh figur Hendrar Prihadi, perolehan suara PDIP di beberapa pemilihan juga mengalami peningkatan. Seperti berhasil meningkatkan suara baik di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2015, Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Sehingga Kota Semarang bahkan Jawa Tengah mengalami peningkatan jumlah suara yang cukup signifikan.

Pada Pemilu 2014 di Kota Semarang, suara untuk PDIP berada pada angka sekitar 250 ribu suara, sementara pada Pemilu 2019 ini PDIP berhasil mendapatkan hingga 320 ribu suara. “Peningkatan suara yang sangat signifikan,” tuturnya.

Bahkan dari hasil tersebut, PDIP berhasil mendapatkan penambahan jatah kursi yang sebelumnya hanya 15 kursi menjadi 19 dari 50 kursi parlemen DPRD Kota Semarang. Namun sampai saat ini, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi belum melakukan pengambilan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Wali Kota Semarang pada Pilwalkot periode 2020 – 2025. (ewb/aro)