Siapkan Lima Kantong Parkir di Kota Lama

140

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Pasca selesainya revitalisasi Kota Lama Semarang tahap I yang meliputi kawasan Little Netherland, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menghadapi tantangan baru untuk menerapkan kebijakan Car Free Zone menyusul meningkatnya pengunjung Kota Lama.

”Komplain terbesar pascarevitalisasi ini adalah dari masyarakat yang datang ke sini untuk berwisata dengan kendaraan bermotor. Ada yang mengeluh tidak dapat parkir. Kalau dapat parkir tarif cukup memberatkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain itu, lanjut Hendi, sapaan akrabnya, dari wisatawan yang berjalan – jalan di kawasan Little Netherland ini juga banyak yang merasa terganggu dengan lalu lalang kendaraan. Sehingga rasanya perlu untuk diberlakukan Car Free Zone agar lebih nyaman. “Maka dari itu tantangan besarnya dua untuk membangun kegiatan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Kota Lama ini, yaitu bagaimana pengunjung mudah mendapatkan parkir, dan wisatawan juga dapat berwisata nyaman dengan jalan kaki,” ujarnya.

Dalam menjawab tantangan itu, Hendi sedang berupaya menyiapkan lima kantong parkir untuk menunjang aktivitas pariwisata Kota Lama. “Dalam rencana saya sudah ada 4, yaitu di depan Satlantas, depan Sendowo, bekas PTP, dan bekas Damri. Untuk satu titik lagi masih dicari yang paling memungkinkan,” terang Hendi.

“Kalau saya lihat dari time line kerjanya, mungkin sekitar awal tahun 2020 sudah bisa diterapkan konsep Car Free Zone di sini,” tegasnya saat berada di Kota Lama, Rabu (17/9).

Secara detail Hendi menjelaskan nantinya sejumlah kantong parkir yang disiapkan untuk Kota Lama Little Netherland akan dikelola secara resmi oleh Pemerintah Kota Semarang. Dengan pengelolaan langsung oleh jajarannya di Pemerintah Kota Semarang dimaksudnya agar nantinya tarif parkir tidak dapat berlaku sesuai perda, dan tidak memberatkan wisatawan.

“Lalu bagaimana dengan sedulur – sedulur yang memarkiri sekarang? Akan direkrut oleh Pemerintah Kota Semarang dan digaji untuk membantu dalam pengelolaan kantong – kantor parkir tersebut nantinya,” jawabnya.

Hendi menegaskan, jika dalam berbagai kebijakan Pemerintah Kota Semarang, konsep Bergerak Bersama akan selalu dikedepankan, sehingga semua elemen dapat memiliki peran dalam segala aktivitas di Kota Semarang. Khusus di Kota Lama, Hendi menyebut keterlibatan warga, pemilik gedung dan investor tersebut adalah roh dari Kota Lama untuk dapat hidup kembali.

”Kota Lama kita revitalisasi harus dengan rohnya juga. Rohnya apa? Ya, aktivitas usaha ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat yang ada di dalamnya” lanjut wali kota. (ria/aro)