Kepala Sekolah Wajib Miliki NUKS

426

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nampaknya tidak main-main untuk mendongkrak kualitas pendidikan di tingkat dasar sampai menengah. Sesuai aturan kepala sekolah tingkat TK sampai SMP harus memiliki Nomer Unik Kepala Sekolah (NUKS) yang didapatkan melalui diklat.

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr Muhdi mengatakan, kebijakan dari kementerian tersebut mengatur tentang akselerasi mutu pendidikan di sekolah. Di mana kepala sekolah harus memiliki setifikat dengan nomer NUKS. “Karena faktanya kepala sekolah di Jawa Tengah sangat banyak, namun belum semua memiliki NUKS,” kata dia disela acara Diklat Penguatan Kepala Sekolah, di Kampus II UPGRIS Senin (16/9) siang.
UPGRIS menjadi salah satu universitas berbasis keguruan yang ditunjuk oleh Dirjen GTK Kemdikbud sebagai Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD)  Kepala Sekolah. Pada tahun ini, sebanyak 553 guru di Kabupaten Demak, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diklat yang difasilitasi oleh kementrian.

“Materi yang diberikan dalam diklat adalah hal-hal mengenai analisis management, sumber daya manusia, supervisi guru dan tenaga kependidikan, kepemimpinan dan kewirausahaan. Tujuannya agar kwalitasnya pendidikan bisa meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan GTK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Endra Fathurohman menerangkan, NUKS pada dasarnya mirip lisensi izin mengemudi yang wajib dimiliki kepala sekolah. “Sesuai aturan Pemendikbud NUKS ini harus dimiliki oleh kepala sekolah. Jika tidak, kepala sekolah nggak boleh tandatangan pencarian BOS (bantuan operasional sekolah) ataupun ijazah,” jelasnya.

Di Kabupaten Demak, lanjut Endra sebanyak 553 guru TK-SMP belum memiliki NUKS sehingga dikirim untuk menjadi peserta diklat, yang dibagi menjadi empat tahapan. “Kalau nggak lulus, harus ngulang dan diberi kesempatan dua kali, jika masih belum lulus atau tidak memiliki NUKS akan diberhentikan sebagai kepala sekolah,”pungkasnya. (den/zal)