Dikibuli Menantu, Diusir dari Rumah

305

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Termakan bujuk rayu menantu sendiri, pasangan suami istri Suryadarman terusir dari rumahnya di Jalan Purwosari Raya nomor 31 Semarang. Sekelompok orang mendatangi rumah dan mengusir keduanya dengan kasar.

Salah satu kuasa hukum Suryadarman, Sujiarno Broto Aji menjelaskan, setelah mempelajari bukti-bukti, diketahui menantu Suryadarman berinisial RPS ternyata tidak pernah melunasi utang-utang perusahaan milik Suryadarman di bank. RPS justru mengalihkan sertifikat rumah tersebut kepada pihak lain tanpa sepengetahuan Suryadarman dengan harga di atas nilai utang perusahaan. “Merasa dirugikan secara fisik, psikologis dan materiil maka upaya hukum telah kami tempuh dengan mengajukan pengaduan di Polda Jawa Tengah sejak 3 September 2019,” kata Sujiarno, Sabtu (7/9). Dalam kasus itu, diduga ada tindak pidana penipuan dan pemalsuan dokumen oleh RPS serta dugaan tindak pidana pengancaman dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengeksekusi rumah kliennya tersebut.

Kasus itu bermula saat Suryadarman memiliki utang perusahaan pada salah satu bank swasta di Semarang dengan jaminan sertifikat rumah yang ditempatinya. Ketika telah jatuh tempo dan jaminan akan dilelang, ternyata rumah tersebut telah dijual oleh RPS.

Suryadarman menambahkan, sebelumnya RPS telah membujuknya agar menjual rumah tersebut kepadanya dengan harga di bawah pasaran. RPS menjanjikan ia, istri serta anak dan menantunya masih diperbolehkan menempati rumah tersebut. Akibat termakan bujuk rayu itu akhirnya disetujui dengan pemikiran agar rumah tersebut tidak dilelang oleh bank dan tetap dapat menempati rumah tersebut.

Namun bukanlah kenyamanan yang didapat, justru kejadian tidak mengenakkan dialami keduanya pada 1 September 2019 pukul 13.00 WIB. “Rumah kami didatangi sekelompok orang yang berjumlah kurang lebih 25 orang,”katanya.

Kuasa hukum lainnya, Jucka Rajendra melanjutkan, sekelompok orang tersebut memaksa masuk dengan menjebol pintu pagar kemudian memaksa Suryadarman dan istrinya keluar. Keduanya juga mendapatkan perlakuan kasar serta kontak fisik. Belakangan diketahui, sertifikat rumah tersebut telah beralih atas nama seorang anggota DPRD Kota Semarang. (jks/ton)