Tagih Pajak dari Pintu ke Pintu

Kontribusi Besar dari PKB dan BBNKB

229

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Realisasi pendapatan daerah Jawa Tengah dari sektor pajak daerah hingga akhir Agustus sudah tercapai Rp 7,8 triliun. Atau 66,88 persen dari target sebesar Rp 11,7 triliun dan masih menyisakan Rp 3,8 triliun untuk tahun 2019.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi Jawa Tengah, Tavip Supriyanto mengatakan bahwa dibanding realisasi tahun sebelumnya pada bulan yang sama jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 13 persen.

Dari jumlah tersebut, dijelaskan Tavip, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) memberikan sumbangan paling besar. Hingga Agustus 2019, pendapatan dari PKB sudah mencapai Rp 2,9 triliun. Realisasi sebesar 69,28 persen dari target Rp 4,3 triliun.

”Untuk yang BBNKB sudah mencapai Rp 2,3 triliun atau 70,35 persen dari target. Targetnya untuk BBNKB sebesar Rp 3,2 triliun,” ujar Tavip di Semarang.

Realisasi pendapatan daerah Jawa Tengah, dikatakan Tavip, juga berasal dari sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Rokok. Dikatakan, penerimaan dari PBBKB sudah mencapai Rp 1,2 triliun atau sebesar 66,19 persen dari target Rp 1,9 triliun. Sementara PAP sudah mencapai Rp 10,34 miliar dari Rp 11,8 miliar atau mencapai 87,62 persen. ”Dari rokok sudah mencapai Rp 1,27 triliun atau 57,57 persen,” bebernya.

Selain dari pajak, pendapatan daerah Jawa Tengah juga berasal dari retribusi daerah. Seperti penyewaan Tanah dan Bangunan, Tetribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (RPKD) dan Retribusi Tempat Pelelangan Hasil Hutan (RTPHH). Hingga Agustus, pendapatan dari sektor retribusi menyumbang Rp 2,95 miliar atau 69,38 persen dari target sebesar Rp 4,25 miliar.

Hingga akhir tahun, pihaknya yakin bisa memenuhi target mengingat masih ada waktu yang cukup panjang. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak adalah melalui penagihan dari pintu ke pintu. ”Penagihan door to door ini cukup efektif untuk dilakukan. Kami juga akan  berupaya untuk menerapkan sistem pembayaran cashless,” jelas Tavip.

Tidak hanya itu, Bapenda juga akan melakukan operasi gabungan untuk melakukan razia pajak kendaraan. Tavip tambahkan, optimalisasi pemungutan pajak daerah oleh Bapenda dilakukan untuk mencapai terget pertumbuhan ekonomi 7 persen. (sga/ida)