Tujuh Pekerja Tertimbun

Tembok Pabrik Roboh Diterjang Puting Beliung

225
PORAK PORANDA: Tembok pabrik kaca di Kawasan Industri Candi Tahap V Blok C Ngaliyan, Semarang yang roboh diterjang angin puting beliung, kemarin. Selain menimpa tujuh pekerja, material tembok juga menimbun tujuh sepeda motor dan satu mobil.(M HARYANTO/RADARSEMARANG.ID)
PORAK PORANDA: Tembok pabrik kaca di Kawasan Industri Candi Tahap V Blok C Ngaliyan, Semarang yang roboh diterjang angin puting beliung, kemarin. Selain menimpa tujuh pekerja, material tembok juga menimbun tujuh sepeda motor dan satu mobil.(M HARYANTO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Sebuah tembok di lokasi proyek pabrik di Kawasan Industri Candi (KIC) Tahap V Blok C, Kelurahan Ngaliyan Kecamatan Ngaliyan roboh diterjang angin puting beliung, Kamis (5/9) siang. Akibatnya, tujuh pekerja yang sedang beraktivitas tertimpa reruntuhan tembok. Tak hanya itu, delapan kendaraan, salah satunya mobil, rusak berat tertimbun material.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, tembok proyek pembangunan pabrik tersebut roboh sekitar pukul 11.30. Berawal saat tujuh korban sedang melakukan pembangunan tembok. Tiba-tiba datang angin kencang dari arah selatan menuju utara. Angin puting beliung tersebut langsung menerjang tembok setinggi kurang lebih 10 meter dengan panjang sekitar 50 meter tersebut.

“Ada angin puting beliung dari sana (selatan), langsung menghantam tembok hingga roboh menimpa tujuh orang. Suaranya kenceng banget pas roboh,” ujar salah satu pekerja di lokasi kejadian yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (5/9).

Tujuh orang yang tertimpa reruntuhan tembok tersebut diketahui bernama Yanto,38, warga Klaten; Maryono, 55, warga Sleman Jogjakarta; Sholeh, 23, dan Yohanes, 40, keduanya warga Temanggung, serta Nur, 35, dan Bowo, keduanya warga Kendal. Dari tujuh pekerja tersebut, dua di antaranya mengalami luka berat, dan lima lainnya mengalami luka ringan.

“Saat temboknya roboh, para pekerja ada yang sedang di atas, dan ada yang di bawah. Ada yang sedang pasang batu bata di atas, ada yang mlester, dan pasang angin-angin (sirkulasi udara). Saat kejadian, semuanya panik.  Buru-buru lari menyelamatkan diri,” bebernya.

Setelah kondisi dirasa aman, para pekerja lain mendekati lokasi berupaya menolong tujuh pekerja yang tertimbun material tembok. Selanjutnya tujuh orang tersebut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

“Ada yang dilarikan ke Rumah Sakit Permata Medika dan dibawa ke Rumah Sakit Tugurejo. Ada yang patah tulang juga. Yang luka parah tiga orang,” katanya.

Pekerja yang mengaku asal Demak tersebut mengatakan, tembok yang roboh setinggi sekitar 10 meter dan panjang 50 meter. Proyek pabrik tersebut telah berjalan kurang lebih satu tahun.

“Saya ikut proyek ini sejak sebelum puasa (ramadan) lalu. Ini katanya untuk pabrik kaca. Pekerjanya ada yang baru berapa bulan, ada yang sudah lama,” akunya.

Pascakejadian kemarin, aktivitas pembangunan pabrik tersebut dihentikan. Di pintu masuk proyek, telah dipasang police line. Sejumlah pekerja kemarin masih tampak berada di lokasi proyek.

“Di sini ada messnya. Pekerjanya ada yang dari Temanggung, Puworejo, Kendal, dan Podorejo Ngaliyan, tapi bagiannya beda-beda. Itu alat beratnya juga berhenti. Akan diteruskan kapan, saya belum tahu,” katanya.

Subardi, pekerja warga Podorejo, Ngaliyan mengatakan, saat tembok tersebut roboh, terdengar suara keras. Ia bersyukur saat kejadian tidak di dekat lokasi tembok yang roboh.

“Saya tadi di sebelah selatan. Saya melihat tapi tidak begitu dekat. Tadi suaranya ngeri sekali. Setelah kejadian, baru pada nolong yang tertimpa bangunan tembok itu,” katanya.

Selain menimpa tujuh pekerja, material tembok yang roboh juga menimpa delapan kendaraan, satu di antaranya mobil. Saat ini, para pekerja merasa kebingungan terhadap nasib kendaraan mereka yang masih tertimbun material tembok.

“Ini kuli  pada bingung. Motornya pasti remuk semua. Nanti kalau tidak ada yang ganti, terus bagaimana? Ya, harapan kita mendapat ganti,” harapnya.

Kapolsek Ngaliyan AKP Yustinus mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Sampai sejauh ini tidak ada korban jiwa. Tujuh korban hanya mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit.

“Korban jiwa tidak ada. Hanya luka-luka. Kita sudah mendatangi lokasi kejadian. Saksi-saksi sudah kita mintai keterangan, termasuk penanggungawab proyek. Ini masih kita dalami apakah ini murni faktor alam atau ada kelalaian dari konstruksi bangunan, masih dilakukan penyelidikan,” katanya. (mha/aro)