Pemkot Semarang Terima Hibah Aset Rp 505 Miliar

209
DUKUNG PEMBANGUNAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mewakili Pemerintah Kota Semarang menerima hibah dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR pada Rabu (4/9) di Jakarta.(Humas Pemkot Semarang)O DWI/RADARSEMARANG.ID)
DUKUNG PEMBANGUNAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mewakili Pemerintah Kota Semarang menerima hibah dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR pada Rabu (4/9) di Jakarta.(Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wali Kota Hendrar Prihadi mewakili Pemerintah Kota Semarang, menerima hibah dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR pada Rabu (4/9) di Jakarta. Salah satunya hibah dengan nilai Rp 505 miliar berupa saluran drainase, termasuk aset stasiun pompa dan retensi, rumah susun permanen di Kudu serta jalan desa.

Usai penandatanganan serah terima aset barang milik negara, Hendi sapaan akrab wali kota mengungkapkan bahwa serah terima ini merupakan solusi dari pertanyaan audit BPK yang senantiasa mempertanyakan pencatatan aset milik daerah. “Dalam setiap pemeriksaan BPK yang selalu ditanyakan asetnya bagaimana, dan setelah penandatanganan ini Alhamdulilah bisa menjadi lebih clear karena hitam-putihnya jelas,” ujar Hendi.

Total terdapat Rp 1,6 triliun aset yang dihibahkan Dirjen Cipta Karya kepada pemerintah daerah di antaranya, Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kota Surakarta, Pemerintah Kota Tegal, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Pemerintah Kota Tanjung Balai dan juga Pemerintah Kabupaten Asahan. “Kami hari ini mendapatkan bantuan untuk drainase cukup besar, Rp 504 miliar dan juga pompa polder, lalu Rusunawa,” ucapnya.

Hendi mengucapkan terima kasih kepada negara khususnya Dirjen Cipta Karya atas bantuan tersebut. Atas hibah tersebut, Hendi bersama jajarannya berkomitmen untuk merawat dan mengelola aset-aset tersebut agar dapat berfungsi dengan baik. “Tahun depan akan kita anggarkan untuk pemeliharaannya. Karena banyak orang awam mengatakan orang Indonesia pintar membangun tapi merawatnya kadang-kadang lupa. Lewat program ini kami berkewajiban untuk mengelola,” tegas Hendi.

Hal senada juga disampaikan Dirjen Cipta Karya, Danis Hidayat Sumadilaga, harapannya agar aset hibah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemerintah daerah. “Saya mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih optimal dalam memanfaatkan serta memelihara. Bukan masalah aset saja, bukan operasi pemeliharaan saja tapi bagaimana sustainability keberlanjutan dari aset tersebut,” ujar Danis.

Terkait aset stasiun pompa dan kolam retensi yang dihibahkan kepada Pemerintah Kota, fasilitas ini memberikan dampak dan bernilai besar bagi penanganan banjir di Kota Semarang. Sejak dibangun tahun 2009 hingga 2016, stasiun pompa berkapasitas 35 m3/detik tersebut dapat menampung debit air sebanyak 130.000 m3. Menurutnya, keberadaan kolam retensi tersebut mampu mengatasi permasalahan kronis genangan banjir dan rob di Kota Semarang wilayah tengah antara Kanal Banjir Barat dan Kali Banger. (*/zal)