Pelaku Jaring Mangsa lewat Medsos

260
BEJAT: Tiga pelaku memperagakan reka ulang adegan perkosaan di Mapolrestabes Semarang. (Agus Hariyanto/RADARSEMARANG.ID)
BEJAT: Tiga pelaku memperagakan reka ulang adegan perkosaan di Mapolrestabes Semarang. (Agus Hariyanto/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Tiga pemerkosa gadis 19 tahun berinisial IN, warga Semarang, yang berhasil diringkus tim Unit 1 Satreskrim Polrestabes Semarang, rupanya kerap beraksi dengan mencari target korban melalui media sosial (medsos) facebook.

Bahkan sebelumnya pelaku juga pernah melakukan perbuatan yang sama di tengah lapangan di daerah Tlogosari, Kecamatan Pedurungan. Modusnya juga sama, mencari mangsanya lewat medsos. “Seminggu sebelum kejadian yang ketangkap ini, pernah juga di tengah lapangan di Tlogosari, tapi ketahuan orang, kemudian mereka kabur. Seminggu setelah melakukan ternyata juga akan melakukan kejahatan sama, sudah telepon, video call sama korbannya,” kata salah seorang petugas yang namanya enggan disebut saat rekonstruksi kasus pemerkosaan tersebut Rabu (4/9).

Dalam rekonstruksi, tiga pelaku bernama Ade Bagus Firiawan, 20, Yudha Aditia, 21, dan Nur Hidayatullah, 25, ketiganya warga Jalan Dempel Lor, Kelurahan Muktiharjo Kidul, tersebut memeragakan 15 adegan. Ketiganya memperkosa korban di sebuah lahan kosong semak belukar daerah Tanjung Mas Semarang Utara Selasa (16/7) malam lalu. Sedangkan reka ulang adegan digelar di lapangan komplek Mapolrestabes Semarang. Terlihat, tiga pelaku lebih sering menundukkan wajahnya saat menjalani rekosntruksi. Petugas pun terkesan kesal dengan pelaku karena tidak kooperatif.

Reka ulang adegan pertama diawali saat pelaku Ade Bagus Firiawan dan korban saling ketemuan tidak jauh dari kantor Koramil di daerah Mijen. Korban datang sendirian sambil membawa dompet berisi uang Rp 200 ribu dan handphone. Kemudian barang berharga korban dititipkan pelaku dan disimpan ke dalam bagasi motor pelaku.

Selanjutnya, korban diboncengkan pelaku untuk jalan-jalan di wilayah Kota Semarang. Kemudian pelaku Ade ketemuan dengan dua rekannya, Yudha Aditia, dan Nur Hidayatullah, di SPBU Puri Anjasmoro Semarang Barat. Rupanya, pertemuan tersebut telah direncanakan.

Setelah basa-basi,  Ade dan dua rekannya mengajak jalan-jalan korban, kemudian mampir di warung angkringan di daerah Banjir Kanal Barat (BKB). Di tempat tersebut Ade dan Yuda berbisik-bisik kembali melanjutkan rencana jahatnya. Setelah diajak makan, kemudian korban diajak putar-putar dan berhenti di sebuah lahan kosong, semak belukar daerah Tanjung Mas, Semarang Utara.

Dari sini, pelaku Yuda yang memboncengkan Nur Hidayatullah turun dari kendaraan dan langsung menyambangi korban sambil mengancam dengan kayu. Karena masih menolak, kemudian Yuda dari belakang membekap mulut korban dan Ade langsung turun dari kendaraan untuk memegang kaki korban. Setelah diturunkan terlentang di semak belukar, kemudian menyetubuhi korban secara bergiliran. Setelah puas, pelaku meninggalkan korban sendiri. Ketiganya kabur ke tempat kos tersangka Nur.

Diketahui, otak kejahatan dan perbuatan bejad ini adalah tersangka Ade, yang mengakui pertama kenal dengan korban melalui media sosial Facebook pada tahun 2017 silam. Kemudian, keduanya intens berkomunikasi hingga akhirnya sepakat bertemu.

“Kenalnya di Facebook tahun 2017. Terus dia nulis status di FB pengin jalan-jalan. Kemudian saya ajak. Dia (korban) inbok ngirimi nomor handphone ke saya. Kemudian saya jemput sendirian,” ungkap tersangka Ade usai rekonstruksi.

Tiga pelaku berhasil diringkus oleh tim Unit 1 Satreskrim Polrestabes Semarang yang dipimpin oleh Ipda Toni Hendro, Kamis (18/7) sekitar pukul 02.00, di sebuah SPBU Jalan Arteri Soerkarno Hatta. (mha/zal)