Hendi Minta Siswa Papua Tak Terpancing Isu Hoaks

316
JAGA PERSATUAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami para siswa SMK Bagimu Negeriku, kemarin. (Humas Pemkot Semarang)
JAGA PERSATUAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami para siswa SMK Bagimu Negeriku, kemarin. (Humas Pemkot Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji dan Dandim 0733 BS/ Kota Semarang Zubaedi berkunjung ke SMK Bagimu Negeriku di Mijen, Selasa (3/9). Bukan tanpa alasan, para pimpinan daerah Ibu Kota Jawa Tengah tersebut secara khusus bermaksud untuk bertemu dengan sejumlah siswa asal Papua yang menimba ilmu di sekolah tersebut. Pasalnya, SMK Bagimu Negeriku merupakan salah satu sekolah di Kota Semarang yang menerima murid dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Papua.

Di sana, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu membawa para siswa pada sebuah diskusi terkait keprihatinannya atas mencuatnya isu perpecahan di Indonesia yang diakibatkan oleh penyebaran hoaks.

“Sebuah keprihatinan pascapemilu raya, muncul perpecahan karena isu SARA. Saya yakin pribadi kita oke, tetapi kemarin diperparah dengan isu hoaks di media sosial,” tuturnya.

“Jadi, saya titip pesan kepada seluruhnya untuk melakukan netralisir apabila menemukan berita hoaks. Semua ini demi kenyamanan kita bersama sebagai warga bangsa yang cinta NKRI,” imbau Hendi.

Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan perbedaan, maka dari itu para Founding Fathers Republik Indonesia memutuskan Garuda Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan. Untuk itu, dirinya berkeyakinan jika seharusnya Bangsa Indonesia tidak lagi mempermasalahkan adanya perbedaan.

“Jadi, di sini saya ingin menyampaikan ke semua, bahwa kita ini sudah hidup di era kemerdekaan, sudah 74 tahun, jadi jangan ada lagi diskusi mengenai perbedaan-perbedaan yang ada,” tekan Hendi.

“Bung Karno, Bung Hatta, serta para pendiri  bangsa lainnya sudah memikirkan jauh-jauh hari hingga lahirlah Pancasila,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji menceritakan bahwa inisiasi kegiatan diskusi berawal dari Hendi yang tergerak melihat adanya konflik karena perbedaan. Sehingga dirinya bersama Komandan Kodim (Dandim) 0733 BS/Kota Semarang Zubaedi ikut mendampingi Hendi untuk berkunjung ke SMK Bagimu Negeriku.

Abi menuturkan jika kunjungan tersebut dirasa penting mengingat SMK Bagimu Negeriku bisa disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Hal tersebut karena para muridnya berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini merupakan gagasan dari Wali Kota Semarang, kami dari Polrestabes dan Kodim 0733 sifatnya hanya mendampingi beliau. Dapat kita saksikan bersama SMK Bagimu Negeri bagaikan miniaturnya Indonesia. Di mana adik-adik dari seluruh provinsi ada di sini,” terang Abiyoso.

“Dan Alhamdulillah kondisi Kamtib (keamanan dan ketertiban) di  Kota Semarang saat ini semuanya kondusif, tentu ini semua merupakan berkat kesadaran seluruhnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Zubaedi, Dandim 0733 BS / Kota Semarang meyakini jika diskusi yang diinisiasi ini menjadi penting karena jika melihat siklus regenerasi, maka tidak menutup kemungkinan para siswa SMK Bagimu Negeriku kelak akan menjadi pemimpin bangsa yang memiliki pengaruh.

“Siswa SMK Bagimu Negeriku merupakan generasi penerus yang akan menjadi next leader, maka harus menyadari bawah perbedaan adalah indah, jangan mudah terpancing isu hoaks yang sifatnya memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” pesan Zubaedi. (*/zal)