Jalan Pandanaran akan Steril Parkir Tepi Jalan

Setelah Gedung Parkir Beroperasi

504
TINGGAL FINISHING: Gedung parkir Pandanaran yang ditarget selesai Oktober mendatang.(ADITYO DWI/RADAR SEMARANG.ID)
TINGGAL FINISHING: Gedung parkir Pandanaran yang ditarget selesai Oktober mendatang.(ADITYO DWI/RADAR SEMARANG.ID)

RADAR SEMARANG.ID, SEMARANG-Gedung parkir Jalan Pandanaran ditarget rampung Oktober 2019. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (2/9), mengatakan, setelah dioperasikannya gedung parkir tersebut, nantinya Pemkot Semarang akan mensterilkan Jalan Pandanaran dari keberadaan parkir di tepi jalan.

“Nantinya setelah dibangun ini (gedung parkir Pandanaran), kawasan Jalan Pandanaran harus bebas dari parkir di tepi jalan. Karena gedung itu dibangun untuk sterilkan Jalan Pandanaran dari parkir di tepi jalan,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

Rencana pensterilan Jalan Pandanaran dari parkir di tepi jalan memang sudah pernah akan dilakukan oleh Pemkot Semarang. Mengingat keberadaan parkir di tepi jalan itulah yang selama ini menjadi biang kemacetan di sepanjang jalan protokol tersebut.

Namun hal itu urung dilakukan lantaran menuai protes dari pemilik usaha di sepanjang Jalan Pandanaran. Pasalnya, jika pensterilan dulu benar-benar dilakukan, tingkat kunjungan wisatawan ke tempat mereka akan turun dikarenakan minimnya tempat parkir.

Hal itu kemudian ditangkap oleh Pemkot Semarang dengan membangunkan gedung parkir yang terpusat di Jalan Pandanaran. “Setelah kita bangunkan gedung parkir yang terpusat apakah akan protes? Kan tidak jadi nanti disterilkan,” tuturnya.

Hendi optimistis pada Oktober mendatang, gedung parkir Pandanaran sudah bisa difungsikan. Proyek pembangunan gedung parkir Pandanaran merupakan bersifat multiyear. Mulai dikerjakan sejak 2018 lalu hingga sekarang.

“Mestinya kontraknya selesai Desember 2019, namun pantauan kita kemarin kontraktor mengatakan Oktober 2019 ini sudah jadi,” ujarnya.

Selain pusat parkir, gedung tersebut juga akan digunakan untuk perkantoran Dinas Kesehatan Kota Semarang. Saat ini Dinas Kesehatan Kota Semarang masih bertempat sementara di Mal MG Setos di Jalan Gajahmada. Selain itu, juga akan difungsikan untuk puskesmas. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Semarang juga sudah diminta untuk segera bersiap-siap pindah.

“Saya sudah sampaikan ke teman-teman untuk mempersiapkan hal itu. Terutama proses pemindahan DKK. Dimana saat ini kantor DKK masih menggunakan ruangan di mal MG Setos,” ujarnya.

Target pembangunan gedung tersebut setelah selesai, tentunya dapat dimanfaatkan dengan baik. Seperti halnya pelayanan kesehatan dan parkir pengunjung pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran. “Konsep awal gedung itu akan mampu menampung orang-orang yang belanja oleh-oleh di Pandanaran,” katanya.

Untuk mempermudah akses pengunjung pusat oleh-oleh, gedung tersebut juga disambungkan langsung ke Jalan Pandanaran. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dibangun sebagai penghubung ke pusat oleh-oleh.  JPO tersebut juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti halnya lift, spot selfie, dan permainan lampu LED.

Hendi berharap dengan penambahan sejumlah fasilitas tersebut dapat lebih membuat nyaman pengunjung ke pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran.  “Jadi, warga selain bisa memanfaatkannya sebagai JPO juga bisa dimanfaatkan untuk tempat wisata yang instagramable,” ujarnya.

Terkait dengan bentuk JPO yang berbeda jika dibandingkan dengan yang ada di Kota Semarang, lanjutnya, memang bertujuan untuk menambah estetika kota.

Dikatakan Hendi, seharusnya pembangunan JPO ke depan tidak hanya berfungsi untuk penyeberangan saja. Namun juga harus memperindah estetika Kota Semarang. Selama ini, lanjutnya, memang keberadaan JPO tidak memperhatikan hal itu.

Hanya berfungsi sebagai tempat penyeberangan orang saja. Bahkan juga ditambah space untuk pemasangan baliho. Menurut Hendi, ke depan hal itu sudah tidak dilakukan. Pembangunan JPO tetap harus lebih memperindah estetika kota.

“Hasil evaluasi kita di JPO yang ada, saya sudah ingatkan supaya JPO tidak hanya berfungsi sebagai jembatan penyeberangan saja. Mungkin ditambah permainan LED, supaya orang kalau ke Kota Semarang pada malam hari itu terlihat lebih cantik lagi kotanya,” katanya. (ewb/aro)