alexametrics
25.2 C
Semarang
Kamis, 1 Oktober 2020

Lima Tahun Sahkan 62 Perda

Harus Dibaca

Enam Desainer Adu Kreasi di Kota Lama

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Enam desainer kondang Kota Semarang adu kreasi melalui fashion show virtual. Digelar di kawasan Kota Lama....

SPAM Semarang Barat 50 Persen, Pudakpayung Persiapan Lelang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat mencapai 50 persen. Saat ini tahap pemasangan jalur...

Tavip: Penyaluran Bantuan Pemkot Semarang Transparan

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang bersikap transparan dalam...

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Selama 2014-2019 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mengesahkan 62 Peraturan Daerah (Perda). Sejumlah perda ini selain perda pokok, perda APBD dan pertanggungjawaban APBD.
Di antara perda tersebut, 22 perda diinisiasi DPRD Jawa Tengah. Sementara 40 perda lainnya merupakan hasil pembahasan bersama antara DPRD Jawa Tengah bersama eksekutif, atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

“Keberhasilan tersebut, turut mengantarkan DPRD Jateng sebagai parlemen modern yang sangat baik di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan 7 penghargaan tingkat nasional dan penghargaan atas pelaporan Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 100 persen dari KPK,” kata Ketua DPRD Jateng, Dr Rukma Setyabudi kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang, usai sidang paripurna terakhir DPRD Jateng Periode 2019-2024 di Gedung DPRD Jateng, Jumat (30/8).

Terkait sejumlah perda, Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman, menjelaskan bahwa sejumlah perda tersebut terkait langsung dengan masyarakat. Seperti perda desa wisata, penyelenggaraan pendidikan dan ketenagalistrikan. ”Dalam menjalankan fungsi legislasi 2014-2019, sejumlah perda berkaitan dengan kepentingan rakyat kita rumuskan. DPRD Jateng mengesahkan 62 perda,” ujarnya.

Selain fungsi legislasi, DPRD Jawa tengah juga telah melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja Pemprov Jateng. Memperhatikan kinerja pemerintah provinsi, membandingkan dengan daerah lain kemudian memberikan rekomendasi, masukan, dan kritikan secara langsung. ”DPRD juga memberikan evaluasi pada PAD Jateng. Setiap tahun terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

”Sampai saat ini DPRD Jateng terus berkomitmen mendukung 100 persen ketika pemerintah menarget angka kemiskinan turun hingga 1 digit. Terus kita kawal aturan main dan pengawasannya,” tambahnya.

Anggota DPRD Jateng periode 2014-2019 akan segera mengakhiri masa jabatannya. Ditandai upacara pelantikan anggota DPRD baru, masa jabatan 2019-2024 di halaman Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Selasa (3/9). (sga/ida)

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pemindahan ‘Ibu Kota’ Kabupaten Semarang Diharapkan Berdampak Positif

RADARSEMARANG.ID - Perpindahan Ibu Kota Kabupaten Semarang dari Ungaran ke Bawen segera direalisasikan. Harapannya, bisa menggerakkan pelayanan yang lebih merata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi....

Kuis Musik Tingkatkan Pemalahan Pembelajaran Tanda Tempo Lagu

RADARSEMARANG.ID, Musik tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Musik yang kita sukai dapat meningkatkan fokus, sementara musik yang tidak kita suka akan menghalangi konsentrasi....

Empat Sekolah di Salatiga Terima Adiwiyata

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Empat sekolah di Salatiga mendapat penghargaan Adiwiyata tingkat Jateng. Penghargaan diterima langsung oleh masing-masing kepala sekolah, Tiyono SMPN 8, Ngadiman SMPN...

Klaster Ponpes, 16 Positif Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kendal menemukan tiga tempat yang menjadi klaster baru penyebaran virus korona. Dua dari tiga klaster baru...

Terbaru

Debat Kepribadian

TIDAK ada salaman antarcalon presiden itu. Mungkin karena Covid-19. Tapi juga tidak ada tegur sapa. Padahal Covid-19 tidak melarang...

Enam Desainer Adu Kreasi di Kota Lama

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Enam desainer kondang Kota Semarang adu kreasi melalui fashion show virtual. Digelar di kawasan Kota Lama. Salah satu tema yang menyedot...

SPAM Semarang Barat 50 Persen, Pudakpayung Persiapan Lelang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat mencapai 50 persen. Saat ini tahap pemasangan jalur distribusi umum (JDU). Direktur Utama Perusahaan...

2021, RSWN masih Fokus Penanganan Covid

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rumah Sakit Umum Daerah Wongsonegoro (RSWN) masih memfokuskan anggaran 2021 untuk penanganan pasien Covid-19. Telah disiapkan anggaran belanja sebesar Rp 324 miliar. Direktur...

Kijang Korsleting, SPBU Selokromo Ludes

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo - Kebakaran hebat terjadi di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) Selokromo Selasa (29/9/2020) dini hari. Diduga kebakaran tersebut lantaran satu mobil yang...

Random

Kondisi RPSBM sudah Tak Layak

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN - Teriakan bernada kasar terdengar dari dalam Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM), saat Jawa Pos Radar Semarang mengunjungi tepat yang menampung...

 Pasar Kedungwuni Jadi Pusat Fashion

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Pembangunan Pasar Kedungwuni blok B dan C, Kabupaten Pekalongan, akan rampung pada akhir 2019 dan beroperasi pada awal 2020. Rencananya, pasar tersebut...

Okupansi Hotel Masih Rendah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Meski Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang sudah diperlonggar, namun belum memengaruhi tingkat okupansi hotel. Terbukti tingkat okupansi hotel di...

PAMERAN SENI KONSTELASI BENDA

RADARSEMARANG.ID,  SENIMAN asal Kota Jogjakarta yang kini tinggal di Jepang, Eddi Prabandono berbincang dengan pengunjung di depan karyanya yang mengangkat tema "Tumpang Sari". Sang...

Asyiknya Bermain Peran dalam Belajar Jurnal Umum

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN akuntansi merupakan pelajaran yang gampang-gampang susah. Jika dasar kuntansi tidak dipahami peserta didik maka untuk dapat memahami siklus akuntansi selanjutnya akan...

Lainnya

- Advertisement -