Bekraf Tingkatkan Daya Saing Musisi

Dorong Lakukan Sertifikasi

184

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berusaha mengenjot daya saing musisi di tanah air. Harapannya, musisi bisa memiliki daya saing dan nilai tambah lainnya.

Karena itulah, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intlektual (HKI) dan Regulasi, Bekraf, menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Profesi Musik kepada 100 musisi tanah air di Gets Hotel Semarang, Selasa (27/8) kemarin.

Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf, Ari Juliana Gema mengatakan bahwa progam tersebut merupakan kerjasama antara Bekraf dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Musik untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya pemusik di Indonesia.

“Dengan adanya sertifikasi ini, golnya adalah agar para musisi bisa meningkatkan daya saing di tingkat lokal maupun internasional, sehingga punya nilai tambah,” katanya kemarin.

Menurut dia, dengan adanya sertifikasi, bukan berarti para musisi bisa sukses. Sedangkan sertifikat profesi adalah pilihan. Misalnya sertifikasi bisa memberikan nilai tambah dan bisa diakui. Dalam kegiatan ini, para musisi juga mengikuti serangkaian uji kompetensi dan kemudian dinilai oleh tim asesor dari LSP Musik Indonesia. “Materinya pengetahuan umum tentang musik, teknis atau praktik serta sikap dalam menjalankan profesinya,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dengan memiliki sertifikasi, para musisi juga bisa memperoleh pendapatan lebih tinggi dari musisi yang belum tersertifikasi. Contohnya  negara maju di luar negeri, menggunakan sertifikasi untuk mendapatkan honor yang lebih tinggi.

“Nilai tambah honor musisi yang dimaksud adalah mereka yang biasa bekerja sebagai penyanyi di kafe, hotel, maupun tempat hiburan lainnya. Berbeda dengan para musisi yang sudah mendapatkan nama, yang diapresiasi berdasarkan reputasi,” ujarnya.

Meski mengajak musisi untuk memiliki setifikasi, Bekraf tidak mewajibkan semua musisi mendapatkan sertifikat. Ari menuturkan jika Bekraf hanya memberikan fasilitas untuk mendapatkan sertifikat tersebut berdasarkan kelas. “Ada tiga kelas, yakni Pratama, Madya dan Utama,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur LSP Musik, Johnny W Maukar mengatakan bahwa Sertifikasi Profesi Musik dilaksanakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Musisi yang ikut dalam acara tersebut adalah musisi yang memainkan berbagai alat musik gitar, bass, drum, keyboard, piano, saxophone, nute, atau biola. “Musisi ini nantinya mendapatkan sertifikat berdasarkan kelas yang dia daftarkan. Tentu saja ada tingkat kesulitan tersendiri sesuai tingkat kelasnya,” tambahnya. (den/ida)