Perempuan Harus Berperan dalam Pembangunan

701

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -Perempuan adalah aset bangsa. Karena itu, negara memiliki kewajiban untuk memberikan kesempatan dan perlindungan terhadap perempuan dalam peran kebangsaannya.

“Perempuan memiliki potensi yang luar biasa dalam pembangunan karena perempuan memiliki fungsi ganda, menjadi ibu bagi anak-anaknya, menjadi istri dari suamimya, dan bisa juga memiliki peran sosial di masvarakat,” kata Wakil Ketua DPRD Jateng, Ahmadi.

Ia menambahkan, di era sekarang peran perempuan tidak kalah penting. Baik di institusi pemerintahan maupun sebagai penggerak perekonomian. Posisi strategis di Indonesia atau bahkan Jawa Tengah juga tidak sedikit yang dinahkodai perempuan.

“Sebagai wanita karir, perempuan juga mampu untuk bekerja meningkatkan taraf kehidupan ekonomi dan menjadi bagian dari aktor pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Secara umum masih banyak persoalan perempuan yang masih harus dipecahkan. Bahkan, sampai sekarang masih ada ketidakadilan gender dalam pembangunan, utamanya perempuan belum memperoleh akses, partisipasi dan kontrol serta manfaat pembangunan secara adil.

“Pemerintah harus hadir dan melindungi hak-hak kaum perempuan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng, Retno Sudewi.

Ia menambahkan, di bidang politik, paradigma lama secara tradisional dikotomi mengenai perempuan dan laki-laki masih berlaku. Dalam konsep kesetaraan gender, sesungguhnya tidak diartikan perempuan harus bersaing dengan pria. Sebaliknya, perempuan dan pria dengan peran strategisnya masing-masing mesti berdampingan dan bergandengan tangan mewujudkan kehidupan bersama yang lebih baik.

“Indikasi kurangnya partisipasi perempuan dalam politik antara lain disebabkan adanya kesetaraan gender, perempuan masih dianggap konco wingking, tugasnya didapur, sumur, dan kasur,” tambahnya. (fth/ida)