Politeknik PUPR Cetak Tenaga Infrastruktur Andal

190
MAHASISWA BARU: Sekjen Kementerian PUPR Prof (R) Dr Ir Anita Firmanti Eko Susetyowati MT menyematkan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa dalam penerimaan mahasiswa baru Politeknik PUPR. (ISTIMEWA)
MAHASISWA BARU: Sekjen Kementerian PUPR Prof (R) Dr Ir Anita Firmanti Eko Susetyowati MT menyematkan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa dalam penerimaan mahasiswa baru Politeknik PUPR. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 145 mahasiswa baru Politeknik Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) angkatan 2019/2020, Senin (12/8) kemarin, mulai menjalani masa pengenalan kampus mereka di kawasan Jalan Prof Sudharto, Tembalang. Para mahasiswa baru itu adalah calon-calon ahli infrastruktur Indonesia yang akan terlibat langsung dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang gencar di era Pemerintahan Jokowi-JK.

Sekjen Kementerian PUPR Dr Ir Anita Firmanti Eko Susetyowati MT mengatakan, berdirinya Polteknik PUPR ini merupakan impian Menteri PUPR Basuki Hadimulyono yang baru terwujud tahun ini. “Ini adalah impian Pak Menteri, yang memimpikan mendirikan kampus vokasi, untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang infrastruktur” ungkap Anita Firmanti usai membuka upacara penerimaan mahasiswa baru.

Apalagi, tambah Anita, selama ini Indonesia masih kekurangan ahli infrastruktur yang benar-benar ahli di bidangnya. “Kita masih kekurangan belasan ribu ahli infrastruktur dan selama ini kekurangan itu diisi oleh para lulusan SMA, yang tidak ekspert di bidangnya” ungkapnya.

Lulusan Politeknik PUPR ini nantinya memiliki keunggulan yang lebih dibanding lulusan Perguruan Tinggi lainnya di tanah air.

Direktur Politeknik PUPR Indratmo Sukarno mengatakan, lulusan kampusnya dijamin profesional, berintegritas, kompeten dan siap kerja.  “Ini adalah visi kampus kami, yang kemudian kami terjemahkan dalam perkuliahan, sehingga lulusan Politeknik PUPR tidak hanya mampu menjawab tantangan masa kini, namun masa mendatang,” ungkap Indratmo.

Ia menambahkan, lebih dari 60 persen perkuliahan di kampusnya akan diisi dengan praktik lapangan secara langsung. “Bukan kuliah yang menggali keilmuan filosifis, tapi lebih banyak practical. Ini juga akan didukung tenaga-tenaga pengajar yang tidak hanya akademisi, tapi juga  praktisi dan industriawan,” cetusnya.

Salah satu mahasiswa baru, Maulana Rizky Priyanto, mengaku, mantab memilih Politeknik PUPR meski saat bersamaan dirinya diterima di unversitas negeri lainnya.  “Saya melihat prospeknya bagus, karena pemerintah sedang giat membangun infrastruktur, pastilah banyak membutuhkan tenaga ahli seperti lulusan Politeknik PUPR ini,” tutur mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung ini. (sls/aro)