Kapolda Jateng Jadi Khatib Salat Idul Adha di MAJT

305
TELADANI NABI IBRAHIM: Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat menjadi khatib salat Idul Adha 1440 H di Masjid Agung Jawa Tengah. (M HARYANTO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID- Ribuan jamaah mengikuti salat Idul Adha 1440 H di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dengan khusyuk, Minggu (11/8) pagi. Imam dalam salat tersebut adalah KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz. Sedangkan khatibnya adalah Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Setelah selesai salat dan membaca doa, Kapolda Jateng yang berada di shaf pertama belakang imam beranjak menuju mimbar khotbah dengan membawa tongkat. Rycko yang mengenakan seragam Polri dan kalungan sorban putih khas ulama kemudian menyampaikan khotbahnya dengan membuka bacaan basmallah dan salam.

Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar, Walillahilham. Rycko mengawali kotbah dengan kisah Nabi Ibrahim AS yang harus mengorbankan putranya Nabi Ismail AS. Dari hikmah tersebut, Rycko meminta supaya umat meneladani sikap-sikap para nabi.

ULAMA DAN UMARO: Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Sekda Jateng Sri Puryono dan Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof Noor Ahmad usai mengikuti saat salat Idul Adha 1440 H di Masjid Agung Jawa Tengah. (M HARYANTO/RADARSEMARANG.ID)

Hal yang perlu diteladani, kapolda menyampaikan hikmah Idul kurban bisa diterapkan di bumi Pancasila. Hikmahnya itu adalah keteladanan dari Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Ibu Siti Hajar, berupa kepatuhan tanpa batas kepada Allah SWT, kedisipilanan, kerelaan dan juga keberanian, termasuk berbagi pemerataan dan juga musyawarah.

“Itulah yang bisa kita ambil dari hikmah daripada kurban. Dimana hikmah-hikmah itu seluruhnya adalah berkaitan erat dengan Pancasila. Kenapa saya katakan berkaitan erat dengan Pancasila? Karena Pancasila disusun dari pada kemurnian ajaran agama Islam dan budaya bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Dalam khotbahnya, Rycko menyebut sebagai anak bangsa menyayangkan adanya kerusuhan di tanah air justru dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan agama.
“Sebagai anak bangsa, kita sayangkan kerusuhan di tanah air justru dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, kebenaran, demokrasi, dan supremasi hukum,” katanya.

Kelompok tertentu yang merasa paling benar, Rycko mengatakan berpotensi memecah umat Islam di Indonesia. Hal itu harus dicegah dengan meneladani sifat Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.

“Tidak dilarang umat Islam berorganisasi, membentuk jamaah, dan kelompok tertentu. Yang tidak boleh adalah merasa organisasinya paling Islam lainnya kafir, merasa kelompoknya paling berhak masuk surga, lainnya masuk neraka. Umat Islam akan kehabisan energinya,” ujarnya.

Rycko mengatakan, hikmah dari Idul Kurban hari ini yang sangat selaras dengan Pancasila untuk tetap mencintai NKRI menegakan keutuhan NKRI menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dan juga Undang Undang Dasar 1945-nya.

“Insya’ Allah negara kita akan menjadi negara yang Baldatun Thoyibatun Warabun Ghofur di bawah pimpinan Bapak Presiden RI, dan para pemimpin kita semuanya. Kita doakan Bapak Presiden RI dan seluruh pemimpin negeri ini. Kita doakan untuk diberikan kemudahan dan kekuatan dalam membangun negeri kita supaya semkin aman, nyaman sejahtera adil dan makmur,” katanya. (mha/aro)