Beranda Semarang Raya Ungaran Duhh, di Kabupaten Semarang Masih Ada 28.000 Rumah Tak Layak Huni

Duhh, di Kabupaten Semarang Masih Ada 28.000 Rumah Tak Layak Huni

0
Duhh, di Kabupaten Semarang Masih Ada 28.000 Rumah Tak Layak Huni
NGECAT TEMBOK: Bupati Semarang mengecat tembok sebagai penanda program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Pancoran Kelurahan Harjosari. (MARIA NOVENA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Masih ada 28.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Semarang. Untuk mengatasi hal tersebut Pemkab menggandeng perusahaan dan minta Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu program perbaikan rumah.

Permasalahan sanitasi menjadi faktor utama RTLH semakin meningkat. Terutama jamban. Minimnya jamban masih dirasa oleh Bupati Semarang Mundjirin. Ia mengatakan masih banyak masyarakat tidak memiliki jamban di rumah.

“Kategori RTLH salah satunya sanitasi. Nah, minimnya jamban ini menjadi permasalahan yang masih tinggi,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai peresmian RTLH yang telah diperbaiki di Dusun Pancoran Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kamis (14/11).

Ia juga mengatakan, baru 9.000 rumah yang selesai dikerjakan. Target penyelesaian hingga tahun 2021. Ia mengarahkan agar CSR dari 1.092 perusahaan lebih fokus guna menuntaskan RTLH. Menurutnya jika mengandalkan APBD atau APBN program RTLH dirasanya memakan waktu lama.

“Ada sekitar 28.000 rumah yang harus diselesaikan. Sampai saat ini masih 9.400 yang tuntas dan 600 rumah blm ditargetkan. Ya lebih baik CSR itu buat bangun rumah, daripada bikin acara foya-foya seperti dulu. Acara hiburan kesenian itu penting, tapi lebih terpenting membangun rumah,” lanjut orang nomor satu di Kabupaten Semarang.

Sementara itu Armytanti Hanum Kasmito Regional Corporate Affairs Manager-East Indonesia Region Coca Cola Amatil Indonesia yang ikut sukseskan RTLH. Ia mengatakan proses pembangunan rumah telah dimulai sejak September 2019. Pihaknya perbaiki tiga rumah, sembilann jambanisasi, dan lima mahasiswa penerima bantuan pendidikan di periode tahun 2019.

“Kami sebagai perusahaan memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di tempat kami beroperasi, salah satunya adalah perbaikan rumah yang tidak layak huni ini. Selain itu kami juga mendukung program lemberian jamban yang selaras dengan program di Kabupaten Semarang tahun 2020 Bebas BABS,” timpalnya. (ria/bas)