Beranda Semarang Raya Ungaran Tragis, saat Bersih-Bersih Mesin, Buruh Tewas Terjepit Mesin Roll

Tragis, saat Bersih-Bersih Mesin, Buruh Tewas Terjepit Mesin Roll

0
Tragis, saat Bersih-Bersih Mesin, Buruh Tewas Terjepit Mesin Roll
OLAH TKP: Polisi lakukan evakuasi korban meninggal tergilas mesin roll di PT ASM Tengaran, kemarin. (MARIA NOVENA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Kecelakaan kerja terjadi di PT Albasia Sejahtera Mandiri (ASM) berlokasi di Dusun Gintungan Desa Butuh Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Seorang karyawan tewas karena separuh badannya terjepit mesin roll.

Kasubbag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supraptono mengatakan kecelakaan kerja tersebut terjadi pada Senin (11/11) sekira pukul 11.45. Korban yang bernama Muhamad Adji Massaid, 20, warga Dusun Gompyong Desa Cukil Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang bersama lima rekannya sedang membersihkan mesin glue.

“Awalnya ketiga karyawan tersebut membersihkan roll mesin glue dari arah barat. Setelah selesai, berganti membersihkan roll mesin glue dari arah timur,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (11/11) malam.

“Saat itu posisi korban berada di paling selatan, sementara Danang di tengah, sedangkan Rizky berada di sebelah utara. Awalnya Rizky membersihkan roll hitam mesin glue dengan menggunakan sikat, namun sikat tertarik masuk ke dalam roll,” timpal Kepala Unit Pris Darmawanto.

Setelah tahu kalau sikat milik Rizky tertarik, Rizky memberitahu korban dan Danang untuk tidak membersihkan roll warna hitam karena berbahaya. Sesuai ketentuan roll warna hitam seharusnya dibersihkan dari arah barat.

Tak berselang lama, sembari bersih-bersih Danang menoleh ke arah kiri, melihat kedua tangan korban terjepit di antara roll warna hitam. “Spontan, saya mematikan mesin, tetapi mesin tidak langsung menghentikan roll hitam yang berputar,” jelas Danang.

Setelah roll berhenti berputar, korban sudah meninggal dunia dengan keadaan setengah badan masuk di antara roll hitam mesin glue. Karena adanya kejadian tersebut, pengelola pabrik lalu melapor ke Polsek Tengaran. Sekitar pukul 13.00. Tubuh korban pun dievakuasi dan dibawa ke RSUD Salatiga.

Budi juga menjelaskan, menurut keterangan dokter Anggara dari RSUD Salatiga korban meninggal akibat bagian dada yang tertekan, sehingga menyebabkan gagal nafas. Pihak keluarga juga tidak ingin dilakukan otopsi. “Sementara untuk luka ada patah tulang leher, pendarahan di mulut patah tulang dada, dan memar di tangan,” paparnya. (ria/bas)