Gerebeg Pasar, Tekan Pertumbuhan Penduduk

455
LAYANAN KB: Staf Ahli Bupati Semarang Ani Rahardjo didampingi Kepala BKBPP Romlah dan Kasubdit Advokasi dan KIE Hendro Utomo memberikan layanan KB kepada pedagang pasar Sumowono. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
LAYANAN KB: Staf Ahli Bupati Semarang Ani Rahardjo didampingi Kepala BKBPP Romlah dan Kasubdit Advokasi dan KIE Hendro Utomo memberikan layanan KB kepada pedagang pasar Sumowono. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

SUMOWONO- Kepesertaan keluarga berencana (KB) di Kabupaten Semarang telah mencapai 83 persen dari 170 ribu pasangan usia subur (PUS). Program KB tersebut terus digenjot untuk menahan laju pertumbuhan penduduk. Selain itu dapat membantu menekan angka kelahiran bayi baik di tingkat regional maupun nasional.

Untuk meningkatkan kepesertaan KB, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Semarang melakukan gerakan pemberdayaan keluarga pas sasaran (Gerebeg Pasar) di berbagai wilayah. Gerebeg Pasar ini sebuah terobosan BKKBN Jawa Tengah bekerja sama dengan KBPP Kabupaten Semarang. Salah satunya digelar di lingkungan Pasar Sumowono, di Desa/Kecamatan Sumowono.

“Di Kabupaten Semarang target kepesertaan KB sudah melampaui target 81 persen dari 170 ribu PUS. Pada semester dua di tahun 2015 ini saya sudah tembus 83 persen dari jumlah PUS,” kata Kepala KBPP, Dra. Romlah, kemarin.

Dalam acara gerebeg pasar tersebut dibuka Staf Ahli Bupati Semarang bidang Kemasyarakatan dan SDM dr Ani Rahardjo. Selain itu dihadiri Kepala KBPP Kabupaten Semarang Dra. Romlah dan Kasubdit Advokasi dan KIE BKKBN Jateng Hendro Kusumo. Para pedagang sangat antusias dengan acara tersebut. Bahkan hingga siang hari ada 70 pedagang dan warga sekitar yang mendaftar untuk mendapatkan pelayanan KB.