Fasilitas Parkir Gedongsongo Minim

782
OVER LOAD- Minimnya lahan parkir objek wisata Gedongsongo menyebabkan overload di saat kunjungan musim liburan. Akibatnya kendaraan pengunjung parkir di jalan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 OVER LOAD- Minimnya lahan parkir objek wisata Gedongsongo menyebabkan overload di saat kunjungan musim liburan. Akibatnya kendaraan pengunjung parkir di jalan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

OVER LOAD- Minimnya lahan parkir objek wisata Gedongsongo menyebabkan overload di saat kunjungan musim liburan. Akibatnya kendaraan pengunjung parkir di jalan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BANDUNGAN- Objek wisata Candi Gedongsongo di desa Candi, Kecamatan Bandungan, yang menjadi andalan Kabupaten Semarang seakan-akan tidak pernah ada solusi penataan. Terutama masalah lahan parkir dan penataan arus lalulintas keluar dan masuk. Akibatnya setiap akhir pekan dan musim liburan selalu terjadi penumpukan kendaraan yang berakibat timbulnya kemacetan.

Pantauan di lokasi, lahan parkir di objek wisata tersebut tidak dapat menampung mobil dan sepeda motor yang mencapai ratusan. Akibatnya mobil harus antri di sepanjang jalan menanjak menuju ke Gedongsongo. Akhirnya sebagian jalan digunakan untuk parkir sementara menunggu ada mobil yang keluar dari areal parkir. Kondisi itu diperparah dengan sempitnya jalan, sehingga kerap terjadi kemacetan. Padahal di jalan menanjak dan menurun itu membahayakan jika ada mobil yang tidak kuat hingga melorot dan menabrak mobil lainnya. Bahkan parkir bus yang berada beberapa kilometer menuju objek wisata tersebut juga kerap penuh. Para wisatawan pun terpaksa harus berjalan di jalan menanjak menuju obyek wisata tersebut.“Kalau sepeda motor bisa mencapai lokasi, tapi kalau mobil harus antri menunggu ada mobil keluar dari parkiran. Terpaksa kita parkir di jalan dan jalan kaki menuju ke Gedongsongo,” tutur Ahmadi, 35, warga Kendal, Minggu (23/11) kemarin.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto yang tinggal di Desa Candi Bandungan mengatakan, memang sudah saatnya dicarikan solusi agar tidak terjadi krodit di jalur masuk ke kawasan wisata Candi Gedongsongo. Semestinya dibuatkan jalan untuk keluar dan masuk ke kawasan wisata tersebut. “Selain itu perlu ada pelebaran areal parkir sehingga dapat menampung mobil dan sepeda motor lebih banyak,” kata Said.

Terpisah Kepala Disporapar Kabupaten Semarang, Partono mengakui padatnya pengunjung menyebabkan tempat parkir tidak dapat menampung kendaraan para pengunjung. Partono menambahkan, pihaknya juga telah berupaya mengusulkan anggaran untuk pelebaran lahan parkir, namun realisasinya belum diketahui Untuk sementara pihaknya bekerjasama dengan warga mengatur dan menempatkan mobil pengunjung di jalan akses kampung dan lahan teras pemukiman warga.“Kami sudah melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu pengaturan lalulintas kendaraan pengunjung dan parkir. Kita sudah usulkan anggaran untuk perluasan parkir, saat ini masih menunggu keputusan DPRD,” tutur Partono. (tyo/zal)