Sekolah Tanpa Sekat, Begini Penjelasan Kepala Disdikbud Jawa Tengah

189
Jumeri. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jumeri. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Upaya menciptakan sekolah tanpa sekat terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya melalui intervensi pemerintah dengan sejumlah bantuan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri mengatakan bahwa kepada sekolah negeri, intervensi pemerintah diberikan dalam bentuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yakni membebaskan orangtua murid untuk membayar SPP tiap bulannya. Sementara kepada sekolah swasta, akan ada Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

”Untuk Bosda, akan kami sampaikan nanti menjelang 2020. Ini merupakan langkah riil yang kami tempuh untuk menciptakan sekolah tanpa sekat di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dijelaskan, konsep sekolah tanpa sekat ini merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tegah yang dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk memberikan kesempatan secara luas kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan pendidikan.

”Tanpa ada batasan pembiayaan, pendanaan, status sosial, dan ekonomi. Termasuk gender dan disabilitas. Semuanya mendapat kesempatan dan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Harapan kami, nantinya tidak ada istilah disabilitas lagi. Karena semuanya ability. Semuanya memiliki kemampuan dan harus diberikan kesempatan,” imbuhnya.

Upaya lain dari pemerintah menuju sekolah tanpa sekat, ia lanjutkan, adalah dengan penyelenggaraan boarding school di Jawa Tengah. Saat ini, sudah ada 3 sekolah yang membebaskan siswa/i-nya dari segala macam pembiayaan. Mulai dari biaya hidup, tinggal, seragam dan biaya pendidikan. ”Semuanya dibiayai Pemprov Jawa Tengah,” tandasnya.

Tahun depan, ditambahkan, akan ada 15 sekolah lagi dengan konsep boarding school di kabupaten/kota yang masih dinilai termasuk daerah miskin. Di 15 SMK yang sudah ada, Pemprov Jateng akan membangun asrama untuk menampung siswa/siswi dari keluarga prasejahtera.

”Akan dibangun asrama di SMK yang sudah ada. Agar anak-anak di kabupaten tersebut dibiayai secara paripurna dan ditampung di asrama tadi. Sehingga mengurangi beban orang tua,” ujarnya dengan menambahkan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan 10.000 Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk menjalankan program ini. (sga/ida)