Begini Teriakan Pelaku yang Membuat Korban Berang

131
NEKAT: Petugas Unit Resmob Polrestabes Semarang mengamankan sembilan pelaku pengeroyokan. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NEKAT: Petugas Unit Resmob Polrestabes Semarang mengamankan sembilan pelaku pengeroyokan. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sembilan pemuda diamankan Unit Resmob Polrestabes Semarang. Mereka diduga merupakan pelaku pengeroyokan terhadap Muhajirin yang ditemukan terkapar bersimbah darah di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, depan Ruko BPR Gunung Rizky, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Minggu (1/12) sekitar pukul 03.00.

“Pelaku pengeroyokan di Pedurungan sudah berhasil diamankan oleh teman-teman Resmob Polrestabes Semarang. Sementara mengamankan sembilan orang, dan seorang masih berusia 16 tahun,” ungkap Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Didik Sulaiman kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (2/12).

Namun demikian, Didik belum bersedia memberikan keterangan secara detail nama-nama sembilan orang yang diamankan tersebut. Pihaknya hanya mengatakan kalau pelaku masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik di Mapolrestabes Semarang.

“Masih diperiksa secara intensif peran-perannya. Nanti kalau dari hasil pengembangan telah selesai semuanya, kita akan pikirkan untuk proses hukum selanjutnya. Karena kalau anak akan ada sistem penanganan tersendiri,” katanya.

Kasus pengeroyokan ini terjadi bermula ketika korban bersama dua rekannya, Sandi dan Rudi, berboncengan motor melintas di Jalan Arteri Soekarno-Hatta sekitar pukul 02.00. Saat melintas, rombongan korban diteriaki dengan nama binatang oleh rombongan pelaku yang saat itu sedang menambal ban di bengkel di lokasi kejadian.

Merasa tidak terima, rombongan korban langsung berbalik arah dan menyambangi pelaku. Dari sini akhirnya terjadi keributan antara rombongan korban dan pelaku. Karena kalah, rombongan pelaku lantas melarikan diri. Namun tidak selang berapa lama, rombongan pelaku yang berjumlah lebih banyak datang dan langsung mengeroyok korban dan rekan-rekannya menggunakan senjata tajam, potongan kayu dan besi.

“Tadi dari Kanit Resmob menyampaikan sementara ini ada dua orang (korban). Secara detail nanti,” tegasnya. (mha/aro)