2020, Dua Bandara Rampung, tapi Belum Layani Penerbangan Reguler

125

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Bandara Ngloram Blora dan Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga ditargetkan beroperasi akhir 2020. Saat ini pengerjaan fisik kedua bandara tersebut terus dikebut.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan, sejumlah pengerjaan fisik bahkan sudah dirampungkan. Di antaranya perpanjangan runway, pemasangan pagar, drainase dan beberapa lainnya.

”Kami optimistis akhir 2020 sudah dapat beroperasi. Hanya saja, belum melayani penerbangan reguler, baru charter flight. Selain panjang runway yang belum memenuhi standar, keberadaan terminal juga belum dapat diselesaikan dalam waktu dekat,” ujarnya di Semarang, belum lama ini.

Dijelaskan, pada tahap pertama, panjang runway Bandara Ngloram dan Jenderal Soedirman mencapai 1200 meter dan 1600 meter. Nantinya, runway kedua bandara tersebut akan terus ditingkatkan mencapai 2600 meter. ”Dengan panjang runway yang sudah ada, keduanya dapat digunakan untuk mendaratkan pesawat jenis ATR 42 dan ATR 72,” jelasnya.

Satriyo menjelaskan, dua bandara dibangun di daerah yang strategis. Seperti Bandara Ngloram, yang berada di dekat Blok Cepu akan menunjang para pelaku usaha di daerah tersebut. Tidak hanya itu, Bandara Ngloram berada dekat dengan sejumlah daerah seperti Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Blora, Rembang, Kudus, Pati dan sekitarnya.

”Di sejumlah daerah ini, masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat, akan memilih Ngloram dibanding harus ke Semarang atau Surabaya. Apalagi ke depan, ada rencana pembangunan kawasan industri di Rembang, tentu keberadaan Bandara Ngloram menjadi sangat strategis,” jelasnya.

Termasuk Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga. Selain Cilacap sebagai kawasan industri, bandara ini akan menjadi satu-satunya akses masyarakat yang ada di Jawa Tengah bagian Selatan. ”Karena bandara Tunggul Wulung di Cilacap nantinya hanya untuk sekolah penerbangan,” ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo dalam beberapa kesempatan mengatakan, pembangunan bandara di Jawa Tengah dilakukan untuk meningkatkan ekonomi. Juga untuk menyokong pariwisata Jawa Tengah. (sga/ida)