Bidik Pelaoncong Tmur Tengah

Gencarkan Wisata Halal

115
Sinoeng R Rachmadi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sinoeng R Rachmadi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pelancong dari Timur Tengah menjadi sasaran promosi wisata Jawa Tengah tahun 2020. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) melihat ini sebagai potensi. Terlebih dengan adanya paradigma pariwisata halal.

Kepala Disporapar Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi mengatakan, paradigma tersebut telah menciptakan segmentasi baru dalam pariwisata. Dan wisatawan Timur Tengah, dinilainya cocok dengan karakteristik Indonesia.

Dikatakan, jumlah wisatawan Timur Tengah yang datang ke provinsi ini baru pada kisaran 0,3 persen dari jumlah keseluruhan wisatawan asing. ”Baru 0,3 dari 800 ribuan. Berarti sekitar 27ribuan wisatawan Timur Tengah. Kalau target kami setidaknya ada 100ribu wisatawan dari Timur Tengah,” ujarnya.

Berdasar laporan saat rapat koordinasi di Jakarta, kebanyakan wisatawan Timur Tengah justru lebih senang ke Thailand dan Vietnam. Bukan ke Indonesia. Padahal, Indonesia sebagai negara muslim besar seharusnya bisa membuat mereka nyaman dan menjatuhkan pilihan wisata.

”Ini potensi sekaligus tantangan menarik. Makanya saya terus mendorong dan bekerja sama dengan teman-teman kabupaten kota, para asosiasi, dengan para penggiat dan pelaku untuk mengkonsep wisata halal,” terangnya.

Konsep wisata halal ini dinilainya penting. Yakni dengan menyediakan fasilitas yang lebih mudah, lebih aman dan utamanya lebih aman kepada para wisatawan. Termasuk, mengenai kehalalan makanan. Wisatawan tidak perlu bertanya tetapi sudah disajikan secara informatif.

”Kalau soal halal kita lebih jago lah daripada dua negera itu.  Tapi kenapa merka malah ke sana. Makanya saya katakan, itu potensi yang harus kita tarik. Promosi akan kita dorong ke Timur Tengah supaya mereka mengetahui dan datang ke Jawa Tengah,” tandasnya. (sga/zal)