Minta Naikkan Gaji GTT Sesuai UMK

262
GURU TANPA TANDA JASA : Gubernur Ganjar Pranowo saat memimpin upacara Hari Guru di SMAN 1 Semarang, Senin (25/11) lalu. (ISTIMEWA)
GURU TANPA TANDA JASA : Gubernur Ganjar Pranowo saat memimpin upacara Hari Guru di SMAN 1 Semarang, Senin (25/11) lalu. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bupati/wali kota di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk memperhatikan guru tidak tetap (GTT). Dalam hal ini gubernur ingin agar guru yang menjadi kewenangan kabupaten/kota diberikan gaji setara Upah Minimum Kabupaten (UMK).

”Guru tidak tetap itu belum UMK. Karena dia belum UMK, maka saya minta mbok di-UMK-kan,” ujarnya belum lama.

Gubernur menekankan, jangan ada lagi guru tidak tetap yang menerima gaji hanya Rp 200 – Rp 300 ribu. Ia menandaskan, alasan tidak memiliki anggaran yang dilontarkan kabupaten/kota sudah tidak relevan.

Kepada bupati/wali kota, gubernur menginstruksikan agar membuat roadmap secara bertahap. Kalaupun tidak bisa menyetarakan dengan UMK, minimal pada guru mendapat kenaikan gaji. ”Kalau tidak bisa, buat roadmap secara bertahap. Tapi jangan tidak naik,” katanya.

Saat ini, semua guru tidak tetap yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah bergaji setara UMK. Untuk itu, kepada guru tidak tetap di daerah yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, ia ingin agar pemerintah kabupaten/kota untuk mengupayakannya.

”Kami tetapkan UMK untuk swasta, masak yang bekerja di tempat kita sendiri kok tidak. Bagaimana caranya? Karena banyak yang merasa tidak punya uang,” katanya.

Pemprov Jawa Tengah, saat ini telah menganggarkan sebesar Rp 6,08 triliun untuk pendidikan dan bakal mengalami peningkatan Rp 6,77 triliun di tahun 2020. (sga/ida)